Psikotes Deret Angka

Anyong haseyoooo~

Agenda gabut kedua nih, kubaca baca lagi kolom komentar tahun purba waktu dinosaurus masih disko di puncak semeru, aku menemukan sebuah pertanyaan deret angka atau deret aritmatika yang sebenernya adalah bilangan berpola, kalo kita nemu “kunci”nya maka dapat terjawab dengan mudah.

Deret aritmatika yang gampang biasanya berpola sama, +1 atau *2 atau /5 di setiap angkanya, yang agak rumit kalo angka kedua dan ketiga selisih jauh dan ga nyambung sama angka pertama.

Kek gimana sih, ga jelas lu al 😅

Yuk kita intip pertanyaan dari rnurier 27 Maret 2017 (maap ya baru kubaca sekarang, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali)

  1. 24 ~ 16 ~ 12 ~ 48/5 ~ 8 ~ 48/7
  2. 276 ~ 272 ~ 68 ~ 64 ~ 16 ~ 12
  3. 180 ~ 171 ~ 153 ~ 126 ~ 90 ~ 45

Jawabannya adalah…

Jeng

Jeng

Jeng

Jeeeeng…

Kelihatan ga sih? Kuaplot pake kamera hape soalnya, kalo ga jelas bilang ya biar kuganti pake scan, hehehe.

  1. 48/8 dan 48/9
  2. 3 dan -1
  3. -9 dan -72

Tips dan trik mengerjakan deret angka

  1. Awal mengerjakan gunakan selisih (kurang tambah) kalo ga nyambung ya kali atau bagi
  2. Jika angka kedua dan ketiga tidak berhubungan, maka gunakan 2 rumus yang berbeda, bisa dipakai garis bantu untuk atas dan bawah
  3. Namanya juga deret pasti berpola pasti berhubungan, kalo ga berhubungan kemungkinannya ada 3: salah soal, salah ketik, salah sendiri masih mencintai padahal dia sudah moveon

Sekian curhat curhatan massal kali ini, semoga kita bertemu kembali di lain hari. Tolong kasih saya pertanyaan deret angka yang banyak, biar ga bisa tidur. Kamsahamnidaaaa~

Tes IQ dan Psikotes

Halo haihai.

Pagi-pagi sudah gabut gaes, kerja kurang tiga hari trus selanjutnya stay di rumah jadi bu RT. Sembari nunggu nunggu ga jelas kuatir kesurupan yuk mari yuk coba coba download dari playstore: Tes IQ dan Psikotes program garapan Edukasional.

Apa sih sebenernya IQ itu? Melansir dari wikipedia, IQ singkatan dari intelligence quotient yang berarti penjelasan tentang sejumlah kemampuan/ kecerdasan yang dimiliki seseorang. Walaupun pada dasarnya kecerdasan tidak dapat diukur karena dipengaruhi oleh faktor sudut pandang seseorang tapi keinginan untuk mengetahui “seberapa cerdasnya gue” masih sangat diperlukan oleh khalayak, apabila kecerdasan tersebut dapat dikategorikan rata rata ke atas. Ya namanya juga manusia ya kadang butuh pengakuan dan banyak pamernya, kayak diriku ini, hahaha.

Tingkat IQ terbagi menjadi 10 kategori:

  • 0-29 idiot
  • 30-40 keterbelakangan mental
  • 50-69 IQ sangat rendah
  • 70-79 bodoh
  • 80-89 lambat
  • 90-109 rata rata
  • 110-119 normal bright
  • 120-129 cerdas
  • 130-139 sangat cerdas
  • 140+ jenius

Sekali lagi, karena kudapat pengetahuan ini dari wikipedia, please jangan tanya:

  • 41-49 masuk golongan mana? Apakah golongan makhluk luar angkasa karena tak terkategorikan?
  • Normal bright itu yang kayak apa? Apa yang punya masa depan cerah sehingga ada unsur bright bright nya begitu

Sungguh kutak tau jawabannya sodara sodara 😢

Dari seluruh penjuru belahan bumi yang kita tinggali saat ini (yang makhluk luar angkasa minggir dulu, kita ga ngomongin kamu) juga dikategorikan jumlah prosentasenya gitu gaes,

  • 130+ sangat superior hanya 2.20%
  • 120-129 superior 6.70%
  • 110-119 rata rata plus 16.10%
  • 90-109 rata-rata 50%
  • 80-89 rata rata minus 16.10%
  • 70-79 garis batas rendah 6.70%
  • Dibawah 70 sangat rendah 2.20%

Tolong jangan ada yang tanya tanya:

  1. Kalo sering remidi masuk kategori mana?
  2. Kalo nembak cewek sering dijawab muka kamu standar, itu masuk ke dalam prosentase yang mana?

Balik lagi, kadang kita sebagai orang tua mendefinisikan kecerdasan emang berbeda. Ada yang pinter matematika, ada yang pinter masak, ada yang pinter politik, ada yang pinter tapi nggoblogki. Tergantung sudut pandang masing masing. Tapi ga ada salahnya mencoba, ya siapa tau dengan mengetahui IQ kita jadi bisa menentukan passion kita mau kemana kuliah mau kemana kerjanya ga melulu soal yang penting dapat duit, gitu aja ya kan. Apalagi jaman sekarang udah banyak pengembangan bakat hanya dilihat dari sidik jari, kalo dari kecil aku ikut program itu ya mungkin saat ini kusudah jadi presiden, hehehe.

Dulu pas TK katanya Mama sih, daku pernah ikutan tes IQ. Tapi pola pertanyaan anak TK sama emak emak apa ya sama? Kira kira setelah menempuh jarak dan waktu jutaan cahaya apakah ada pergeseran jumlah IQ? Kalo ada yang bisa jawab secara ilmiah, kasih tau aku.

Yang jelas, hasil tes IQ pas TK punyaku 122. Sekarang?

Memper dikit lah ya, hehehe. Dua kali tes hasilnya tetep segitu, lah gimana lagi lawong udah tau tadi jawabnya apa ya dijawab lagi, haha. Kadang suka ga percaya gitu, masak sih IQ gue segitu, kayaknya ga pinter pinter amat deh diriku ini yang remahan rengginang.

Ada beberapa teori mengatakan bahwa ga selamanya orang pinter bisa lolos tes kerja loh. Kadang emang beberapa perusahaan bikin psikotes yang hanya menyaring beberapa orang yang IQ nya rata-rata aja, ga terlalu pinter dan ga terlalu bodoh. Jadi kalo kalian masih sering gagal tes masuk kerja, jangan pesimis, kalian ga bodoh bodoh amat kok, mungkin ya dalam kondisi tertentu misalnya kalo udah pernah ditinggal pas sayang sayangnya trus mau diajak balikan lagi fix kalian emang bodoh 😂

Sekali Lagi, Tentang Hati

Lawan kata cinta bukan benci melainkan tidak peduli.

Jika dia masih suka ngomel, cerewet cerewet ga jelas, ngomentarin ini itu, marah marah yang berujung ngambek, kepo kepo karena khawatir, tandanya dia masih peduli masih cinta.

Jika tidak peduli bukan berarti kamu ga berarti buatnya, bisa jadi hatinya memang tertutup untukmu, bisa jadi dia pemilih siapa saja yang bisa masuk ke hati dia ke kehidupan pribadinya. Sekalinya kamu terpilih, jangan siasiakan kesempatan itu. Bisa jadi setelah kamu keluar, kamu ga bisa masuk lagi ke hatinya.

Benci? Tentu tidak. Untuk menyelamatkan hati sendiri, harus ada yang dikorbankan. Perasaan yang masih tertinggal misalnya.

Fight

Ini hanya sebuah pertarungan untuk memilih siapa yang paling sabar dalam mencinta. 

Merindumu dalam diam, menyapamu lewat doa, dan menyentuhmu dalam mimpi. Apakah kau? Atau aku yang kalah lebih dulu. Yang paling banyak menderita, yang paling sakit mengenang, yang paling sengsara karena hanya wajahku yang kau ingat ketika mencumbunya. 

Biarlah. Cinta hanya sebuah kayu bakar, yang menghangatkan kemudian menghilang jadi abu. Lalu kau mulai mencari lagi demi mendapat kehangatan. Kelihatannya menyedihkan, tapi inilah pertarungan sebenarnya. Bahwa setelah jadi abu kau akan tetap bertahan atau pergi selamanya bersama angin malam. 

Pilihlah yang mana tujuanmu. Bertarunglah untuk bahagiamu. 

Ingatan Jangka Pendek

Laki-laki memiliki ingatan jangka pendek. Makanya mereka bukan tipe pendendam, menyelesaikan masalah dalam satu hari dan ketika bangun tidur mereka merasa dunianya baik-baik saja. 

Laki-laki memiliki ingatan jangka pendek. Makanya mereka bukan pemilik kenangan. Mereka akan melupakan setiap detail bagaimana pertama kalinya bertemu, tentang kecupan pertama, dan tanggal pernikahan. Kau harus selalu sabar untuk mengingatkannya setiap hari, setiap bangun pagi dengan kecupan di dahi. 
Laki-laki memiliki ingatan jangka pendek. Dan mereka bukan peramal yang selalu tahu isi hatimu. Katakanlah sebelum oranglain yang mengatakannya terlebih dahulu. 
Sekarang atau tidak sama sekali. 

Apa Kabar? 

Apa kabar, hati? Tidakkah kau tersakiti oleh kepergianku? Ataukah kau tertawa lepas karena tak lagi terkekang olehku? 

Semoga kau bahagia dengan pilihanmu untuk tidak lagi bersamaku, bersama dia dia dan dirinya yang dulu. Sebab tak ada yang lebih menyakitkan dari fakta kau hanya pilihan ketika yang lain sibuk dan tak mengindahkanmu. 

Selamat menempuh jarak masing-masing. Yang pada akhirnya hanya aku tempatmu kembali pulang. 

Kabut

Kau sedang berjalan dalam kabut. Tidakkah terlihat perjuanganku membuatmu kembali? Tentu tidak karena di depanmu hampa, kau tak bisa melihat apa-apa. Tak bisa melihat segalanya, setiap detail bagaimana aku mencintaimu. Tak pernah bisa kau lihat. 

Karena kau sedang berjalan dalam kabut. Tak bisa pergi apalagi kembali. Yang bisa kau lakukan hanyalah diam, menunggu kabut berlalu menghilang. Mungkin saja kau bisa pergi, mungkin saja kau bisa kembali. Tapi rumahmu tak pernah ada lagi disini.