Anak Pungut

Ia hanya seorang anak pungut. Tanpa nama dan tanpa materi. Ibuku yang mengambilnya dari semak-semak berlumpur. Ibuku yang memandikannya, memakaikannya baju, hingga memberinya nama.

Lalu apa yang dilakukannya sekarang? Menjadi anak nakal yang suka mencuri. Mencuri mangga, sendal, bahkan uang tabungan yang akan ku belikan sepatu baru untuk menggantikan sepatu usangku.

Ibu tak hentihenti membelanya. Katanya ia masih kecil, katanya ia masih belajar, katanya ia tak tau apaapa.

Aku jadi semakin membencinya karena ia telah mengambil Ibuku, kehidupanku.

Hari minggu di dini hari yang sepi, ku gendong ia dalam lelap tidurnya. Kemudian ku hadiahkan sesosok anak kecil nakal ini kepada ratu pantai selatan lewat sungai beraliran deras di samping kompleks. Ia menghilang ditelan arus.

Seminggu ini Ibu tak henti-henti menangis. Melepas kepergiannya, melepas kekayaannya. Dalam isak tangis Ibu bercerita, bahwa ia akan menukarkanku.

Bukan FiksiMini

Letting Go

Romanization

haneopsi kkeureoango issdeon
neol nwaya hae
nan amugeosdo haejul su issneun ge eopsneunde
naega eopseoyaman haengbokhal neoraseo
noha noha noha

butjapgo issneun geon
neol wihan ge
anin geol algie eokjiro neoreul mireonae
hamkkehan siganeul uri chueogeul
noha noha noha
eonjenga useul su issge

Indonesia Translation

Aku sudah menggenggammu begitu lama
Tapi sekarang aku harus melepaskanmu
Tidak ada yang bisa aku lakukan untukmu
Ini satu-satunya cara untuk membuatmu bahagia
Jadi aku melepasmu, melepasmu, melepasmu

Menggenggammu
Melakukan yang terbaik untukmu
Aku tahu, jadi aku berjuang untuk mendapatkanmu
Waktu yang kita habiskan bersama, kenangan kita tercinta
Aku melepasnya, melepasnya, melepasnya

Dan, aku menggenggammu ketika kau melepasku. Kini aku melepasmu ketika kau menggenggamku. Semoga kau bahagia, Han.

–*
DAY6 – Letting Go

 

 

Love Yourself

And I didn’t wanna write a song. ‘Cause I didn’t want anyone thinking I still care. I don’t, But you still hit my phone up and baby, I be movin’ on. And I think you should be somethin’ I don’t wanna hold back. Maybe you should know that.
‘Cause if you like the way you look that much. Oh, baby, you should go and love yourself. And if you think that I’m still holdin’ on to somethin’. You should go and love yourself.

–*
Justin Bieber — Love Yourself

Ketika aku memutuskan untuk berhenti menulis sajak tentang kamu, berhenti mengomentari semua postingan media sosialmu, berhenti berharap akan senyumanmu.

Bahwa aku harus pergi dan belajar menerima diri, mencintai diri sendiri.

Jalanmu

Kepalaku adalah jalanan tempat kau berlalu lalang,
mencari dan menghilang, menanam dan membenam,
membenih dan menagih ingatan.

Rindu adalah pejalan kaki yang betah pulang pergi,
sejauh apa pun mencari akulah yang akan kau temui,
di mana saja, di setiap jeda kau terluka.

Bila nanti kau lelah berkelana,
tempuhlah jalan buntu ini selamanya,
sesudut ruang di belakang dada,
tempat kau menua menutup doa.

–*
Halaman 94
Kuajak Kau ke Hutan dan Tersesat Berdua
Boy Candra

Angin-Angin Yang Pulang

Jika jarak adalah pintu
ingin kupinta waktu adalah dadamu
dengan sabar menanti
angin-angin yang jauh pulang kembali.

Jika jarak adalah pohon
pada langit aku memohon
agar tak menumbuhkan awan-awan yang
menghalangi matahari menghadirkan kehangatan.

Sebab kita tak akan pernah sudah oleh sedih
rentangkan lenganmu rapal doa-doa itu
agar tenang angin-angin itu pulang menuju
pintu-pintu atas pinta-pinta yang berulang.

–*
Halaman 92
Kuajak Kau ke Hutan dan Tersesat Berdua
Boy Candra

Sepasang Doa di Tengah Malam

Aku ingin menjadi rahasia yang kau
ceritakan kepada malam, tentang
seseorang yang kau cintai sepanjang diam.

Aku ingin menjadi bait-bait doamu,
yang memuja hal-hal baik untuk hidupmu,
yang kau minta dekatkan,
yang kau minta lekatkan.

Peliharalah perasaan yang kau punya atas aku,
sebab lebih besar lagi tumbuh di dadaku kepadamu.
Jagalah semua dalam diam dan kelam malammu.

Atas dasar bumi, pagi, malam dan matahari adalah
tubuh dan jiwamu yang ingin kupeluk dalam segala
sesuatu yang tak tersebutkan melalui udara.

Kau mampu kucintai dalam ada dan tiada
dalam rupa dan rasa.

–*
Halaman 86
Kuajak Kau ke Hutan dan Tersesat Berdua
Boy Candra