Kabut

Kau sedang berjalan dalam kabut. Tidakkah terlihat perjuanganku membuatmu kembali? Tentu tidak karena di depanmu hampa, kau tak bisa melihat apa-apa. Tak bisa melihat segalanya, setiap detail bagaimana aku mencintaimu. Tak pernah bisa kau lihat. 

Karena kau sedang berjalan dalam kabut. Tak bisa pergi apalagi kembali. Yang bisa kau lakukan hanyalah diam, menunggu kabut berlalu menghilang. Mungkin saja kau bisa pergi, mungkin saja kau bisa kembali. Tapi rumahmu tak pernah ada lagi disini. 

Iklan

2 thoughts on “Kabut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s