Rain

Sore ini hujan turun seperti biasanya, yang tidak biasa adalah Hani lupa membawa payungnya. Pasti ia akan berada di halte bus dengan basah kuyup atau kalau tidak ia akan menunggu hujan reda dan akan berada di kantor semalaman jika hujan tak kunjung berhenti.
Huft, ia memegang kepalanya seperti sakit tetapi tidak, ia hanya bingung memilih opsi yang mana dari pilihannya. Dan kantor sudah sepi dari orang, ia lupa bahwa tak ada yang kerja lembur selain dirinya. 

Oh ini sunggul menyebalkan, Hani tergesa-gesa memasukkan dokumen ke dalam tasnya. Hampir terantuk anak tangga, jika ia jatuh bisa-bisa ia tidak pulang dan berada di rumah sakit ketika malam tahun baru seperti ini. 

Ia pun keluar kantor dan menutupi kepalanya dengan tas, memakai sandal jepit yang hampir lusuh. Hani menepi, kurang satu belokan lagi.

Tiba-tiba ia dipeluk jaket hangat dan payung lebar, ia menoleh. 

“Baru pulang, Han? “.

“Ya. Kau juga, Dan? “.

“Tidak juga”.

“Apa maksudnya? “.

Dani menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “Sebenarnya aku sudah pulang dari tadi tetapi aku menunggumu”.

Pipi Hani memerah. 

“Kau tak pernah mau ikut pulang bersamaku lagi sejak.. “, Dani tak meneruskan kalimatnya. Hani menunduk. 

“Makanya aku ingin memberikanmu payung ini saja, setidaknya kau kan tak mungkin menolaknya”, Dani mengulurkan payungnya. Ia membetulkan letak jaketnya pada bahu Hani. 

“Aku akan menjadi payungmu, sebagai penjagamu. Aku bahkan tak peduli jika kau tak lagi sayang aku, aku tak peduli Han. Aku hanya peduli pada.. “, belum sempat Dani berkata kalimat selanjutnya Hani tiba-tiba memeluknya dan membuat payungnya jatuh. 

Mereka berdua dan langit, sama-sama basah oleh air mata. 

“Aku merindukanmu yang dulu, yang seperti ini”, isak Hani. 

Dani mengelus kepala Hani. Ia tahu bahwa ketidak peduliannyalah yang membuat Hani menjauh.

“Apakah aku masih jadi prioritas? “, tanya Dani. 

“Apakah aku masih jadi segalamu? “, tanya Hani. 

Mereka berdua dan langit, sama-sama tersenyum menyingkap mendung yang menggelayuti. 

“Ayo pulang”.

–*

Hujan malam itu,  Dan. Kini tak pernah ada lagi. Apakah kau akan pulang? 

Backsong: Taeyeon – Rain

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s