One of This Night

Temaram cahaya lampu mengiringi langkah Hani, sesekali matanya berpijar laksana rembulan yang menghiasi malam. Dibelakangnya sesosok pria berkacamata menemani bayangnya. 


“Hei, jangan terus  berada di belakang”.

Dani tersenyum. Ia mempercepat langkah menyusul Hani, kemudian ia ada di depannya. Kaki kecil Hani tak mampu mendahuluinya. 

“Hei, tunggu aku, jangan terlalu cepat melangkah”, Hani memegang lengan Dani untuk menghentikannya. 

Di tengah tanaman rambat dan temaram lampu Dani memegang kedua tangan Hani, mata mereka saling beradu. “Lantas dimana aku harus berada selayaknya? “.

“Jangan berada di depanku karena aku tak mau melihat punggungmu, sesuatu yang tak bisa ku raih. Jangan berada di belakangku karena aku tak mau kau hanya jadi masa lalu”.

Dahi Dani mengkerut, “Lantas? “.

Tubuh Dani terlampau tinggi, Hani harus berjingkat untuk meraih dahi Dani untuk dikecup, “Tetaplah berada di sampingku, menjadi sekarangku yang semuanya segalaku”.

–*

Don’t you remember, Dan? 

Backsong: Red Velvet – One of This Night

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s