Seperti Biasa

Tapi pada cermin yang berkarat cuma ada pantulan dari sebuah titik berangkat.

“Cinta,” katamu, “lebih baik tidak diucapkan. Atau dia akan lenyap.”

Seperti biasa, kita akan segera lupa bahwa kita selalu pulang pada luka yang sama.

“Apakah pernah kukatakan aku mencintaimu?”

–*

Halaman 59

Buku Tentang Ruang

Avianti Armand

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s