Mengingat Pesan Ibu

Setelah sampai di perhentian terakhir sajak ini, kauingat pesan ibumu.

Seluruh yang kaumiliki bukan yang kaumau. Seluruh yang kaumau bukan yang kaubutuh. Seluruh yang kaubutuh bukan yang mampu kaujangkau. Seluruh yang mampu kaujangkau luruh dan sia-sia belaka.

“Berhenti. Jangan berangkat sebelum tiba,” katanya.

–*

Halaman 80

Melihat Api Bekerja

Aan Mansyur

Iklan

2 thoughts on “Mengingat Pesan Ibu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s