Pesan

Ribuan surat cinta
tersimpan dalam sajak dan kata
hingga kau menerka-nerka
apakah sungguh itu aku?

Sebongkah gula-gula
terselip diantara sadel sepeda anginmu
yang ku titipkan diam-diam
tiang tempat parkir yang tahu
hingga kau menerka-nerka
siapakah kamu?

Halaman demi halaman
buku yang kau pinjam
yang diantaranya adalah hatiku
hingga kau menerka-nerka
mengapa harus aku?

Pesan demi pesan yang ku buat
bukan untuk membuatmu tersirat
hanya ingin mengungkap
bahwa ada hati yang masih padamu
tanpa alasan, tanpa kata, tanpa saling bertemu

Dalam doa-doa yang ku rapal
ada sebuah nama disitu

Apakah sungguh itu aku?
Siapakah kamu?
Mengapa harus aku?

Bertanyalah langsung padaku
akan ku jawab meski akan terasa pedih di hatimu
setidaknya akan mengobati rindu
bahwa suatu masa yang lalu aku masih menjadi bagianmu

–*
Dan, kembalikan hatiku.

Iklan

2 thoughts on “Pesan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s