Tentang Suatu Hari

Tentang Suatu Hari, Pesawat Terbang, dan Langkah-Langkah di Bandara

Aku tak mampu membelikanmu pesawat terbang, aku hanya mampu mengajakmu ke bandara dan melihat pelukan-pelukan terakhir, lalu mengajakmu kembali pulang. Sebab aku tak ingin cinta kita berakhir.

Di bandara orang-orang berpura-pura sedih, berpura-pura bahagia, sebab tahu kepergian bukanlah hal yang selayaknya diseriusi dengan luka.

Langkah-langkah bagiku sama seperti pelukan, sebab kemana saja aku pergi, kau selalu melekat di dalam dada — terselip dalam doa dan segala hal yang kunamai cinta.

Aku tidak mampu membelikanmu pesawat terbang, hanya bisa mengajakmu bertandang dari satu bandara ke bandara lainnya, bukan untuk sebuah perpisahan, aku ingin pergi bersamamu, ke mana saja angin berembus membawa rindu yang menetap di matamu saat aku menatapmu.

–*
Halaman 10
Kuajak Kau ke Hutan dan Tersesat Berdua
Boy Candra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s