Tukang Tambal

Kau sebut dirimu tukang tambal ban.
Yang selalu ada untuk membalut luka pada setiap perempuan.
Ketika mereka bahagia mereka tak ada di sisimu,
ketika mereka terluka berbondongbondong mereka mendekatimu.
Apa yang kau rasa?
Kecewa, terluka, atau biasa saja?
Did you know,
aku tak pernah menyebut diriku sebagai tukang tambal ban pada setiap cerita lukamu.
Aku menyebut diriku bahu,
yang memeluk setiap lukamu.
Lalu apa yang ku rasa?
Lega.
Bahwa kau telah mencurahkan semua kesedihan dalam pikiranmu, segala beban yg membuat langkahmu berat.

Berpikirlah positif, Dan.
Segalanya akan berjalan baik-baik saja.

–*

Hai Dan, apa kabarnya tukang tambal ban-ku?

2 thoughts on “Tukang Tambal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s