Mata

Mata itu
Senyumnya keluar dari dalam sana
Tepat di daerah retina
Membuatku terhisap dalam pusara

Kau sebut hiperopia
Rabun dekat yang melekat
Sebenarnya bukan benda yang tak dapat kau lihat secara dekat
Tapi hatiku padamu yang tak pernah kau dekap

Apa sebenarnya ingin hati
Pergi menjauh tapi senyumnya tak dapat lari
Hapus saja ingatan tentang kecup dan dekap
Bahwasanya kenangan kita telah membumi di relung hati

Tak perlu menyangkal
Bahwa kita saling merindu
Memutar lagu yang sama setiap waktu
Berharap kembali ke masa itu
Dimana hanya ada aku dan kamu

Mata itu
Di dalamnya aku pernah hanyut
Dan akan selalu tenggelam

–*

Kepada Dani, di mata hatiku ada kamu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s