Pulau Kita

Aku tidak ke mana-mana

masih di kota yang sesak ini.

Tetapi di pulau kita aku ingin berada.

Di sana kita berdua pernah bahagia di bawah senja.

Mengapa?

Kita tidak ke sana lagi dan mengulang itu.

 

Kita disulap jadi senandung untuk berulang kali kunyanyikan.

Perahu kenangan terkatung-katung di lautan kata

dan setiap hari aku merindukan pulau itu.

–*

Halaman 79.

Sekarangku.

Zarry Hendrik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s