Pulang

image

Aku ingin kembali. Menuju sebuah pintu terkunci yang di antaranya terdapat daun-daun hijau segar, alas bertuliskan selamat datang, dan ketika rintik hujan mulai membasahi.

Aku ingin kembali. Pada sofa ruang tengah yang nyaman sambil bersadar, tertawa berbagi cerita, dan terdiam ketika bibir mulai bergelayutan.

Aku ingin kembali. Pada pelukan sehangat cerobong asap, pada bahu nyaman untuk bersandar, pada dada untuk terlelap hingga fajar datang.

Aku ingin kembali. Bukan pulang. Namun hanya sejenak tinggal. Biar kecewaku hilang, biar sedihku pudar, dan biarlah waktuku buang. Boleh saja kau sebut dengan pelarian, walau menujumu aku tak sempat berlari lebih tepatnya aku tak mampu berlari. Pedih yang ku rasa hingga ke ujung kaki, aku memaksakan kakiku melangkah menujumu .. ke tempatmu sekarang berdiri.

Sebuah pintu terkunci dan aku punya kuncinya. Sebaiknya aku gunakan atau ku dobrak saja pintumu hingga roboh. Karena aku tak yakin bahwa aku diijinkan memasukinya .. lagi.

Aku tak tau harus kemana untuk pulang, selain kepadamu.

–*
Dan, temani aku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s