Bocah dan Daun Kering

image

Aku hanya seorang anak kecil yang bahagia akan kedatanganmu. Pria dewasa berjas, koper, dan payung hitam. Kau bertanya, Apa yang kau harapkan dari kedatanganku?

Bukan berjuta-juta permen yang ada di dalam kopermu. Bukan terpesona akan bagusnya jas kepunyaanmu. Bukan pula sepatu hitam mengkilat di atas tanah rakyat jelata sepertiku.

Aku hanya menyukai daun kering yang kau terbangkan dari payung hitammu. Daun kering yang rapuh yang sering diinjak-injak orang. Kau bertanya sekali lagi, Mengapa?

Daun kering itu ibarat tangismu, masalahmu, keluh kesahmu yang tertutupi senyuman agar nampak bahwa duniamu baik-baik saja. Dan kau membagikannya denganku, hanya denganku.

Kau bocah yang aneh, ujarmu sambil menutup payung. Berbalik, lalu pergi tanpa menoleh lagi. Tak ada ucapan selamat tinggal atau sampai jumpa kembali seperti waktu-waktu yang lalu.

Ku punguti daun-daun kering yang jatuh di bumiku. Ku simpan dalam kantong kecil bajuku. Tersenyum ke arahmu. Wahai pria dewasa, aku suka daun-daun keringmu.

Aku akan selalu menanti. Karena aku yakin kau akan kembali. Entah membaginya lagi ataukah mengambil sisa daun-daun yang ku simpan ini.

–*
Daun yang jatuh tak pernah membenci angin.
Karena hidup bukan hanya tentang mencinta dan dicinta.

Iklan

One thought on “Bocah dan Daun Kering

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s