November

Telah banyak waktu yang terlewatkan. Telah banyak janji yang terlupakan. Telah banyak kecupan yang terabaikan.

Dan. Perkara hati tak mudah ditebak seperti dadu yang disembunyikan dalam gelas tukang sulap. Hatimu datang dan pergi berlalu tanpa pamit maupun ucap selamat datang. Atau kau memang tak bertujuan untuk mengucapkan selamat tinggal karena kau tak mau pergi.

Pulang adalah hal yang menakutkan buatmu. Apalagi hanya untuk mencintai satu hati, satu jiwa, satu perempuan.

Sesulit itukah kau tetapkan hati?

November hampir berlalu. Kau belum juga memberi jawaban atas kata yang tak pernah ku ucap. Gerimis mulai berdatangan dan kau masih berucap kelu.

Dan. Hati-hati menjaga hati. Jika kau tak sanggup memilih, biar aku saja yang pergi.

Pergi. Menuju pelukanmu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s