Bisa Apa?

Anak kamu udah bisa apa?
Pertanyaan seperti ini yang paling utama dilontarkan para kepoers sedunia. Kenapa saya sebut sebagai kepoers? Karena pasti ujung-ujungnya membandingkan anak saya dengan anak mereka.

Lah kok bobotnya kurang sekali? Kok masih belum tengkurap? Kok masih belum bisa berdiri? Dan kok kok kok yang lainnya.

Bisa apa?

Saya cuma bisa jawab bahwa anak saya bisa bertahan hidup. Saya tidak perlu mengatakan bahwa ia sudah enam setengah kilo, sudah bisa tengkurap, sudah bisa ngoceh, hobi banget ditatah untuk diberdirikan, padahal usianya masih empat bulan. Itu tidak perlu diceritakan.

Mengapa saya menjawab demikian?
1. Tidak suka dibandingkan
Setiap anak punya keistimewaan sendiri, punya pola tumbuh kembang sendiri. Tidak perlu membandingkan berat badan, kelincahan tumbuh kembang, dan sifat lainnya. Setiap individu adalah unik. Cepat lambatnya tumbuh kembang seorang anak tidak bisa disamakan dan tidak perlu terlalu dibanggakan.
2. Dari pengalaman diri sendiri dan orang lain.

Ada seorang teman yang diharuskan untuk melahirkan sebulan sebelum waktunya garagara preeklamsi. Albumin plus dua dan tekanan darah tinggi. Yang mengharuskan bayinya agar dikeluarkan jika tidak maka akan keracunan dan menyebabkan kematian. Kini tengah dirawat di rumah sakit dan setelah dilahirkan bayinya diharuskan operasi karena menderita penyakit kuning, yang disebabkan oleh hati yang tidak bisa bekerja dengan baik.

Mereka tidak tau bahwa Zafran telah mengalaminya. Dua minggu setelah dilahirkan, empat hari sebelum lebaran, ia diharuskan opname karena penyakit kuning. Kata dokter, ia harus disinari sinar ultraviolet agar hatinya mampu bekerja dengan baik.

Bisa apa?
Saya hanya bisa pasrah tiga hari empat malam untuk melihatnya terbaring telanjang dengan memakai popok, matanya ditutup, tidur tanpa pelukan.

Bisa apa?
Saya cuma bisa *harus* sabar mendengar kepoers berceloteh macam-macam tentang saya atau Zafran. Ga pernah dijemur ya, pasti ibunya males, pasti ibunya salah makan pas hamil, pasti dia keracunan pas hamil, macem-macem deh lontarannya. Dan saya tidak perlu menjawab karena setiap jawaban saya pasti dijadikan “alesan aja”.

Bisa apa?
Jadi lupakan semua.

Saya bersyukur bahwa ia telah berhasil melewati semuanya dengan baik dan ia bertahan hidup. Tumbuh sehat, kuat, dan bahagia. Membuat kebahagiaan bagi dirinya dan orang lain.

image

image

Senyumnya adalah sumber semangat. Terima kasih bayi mungilku :*

image

Iklan

3 thoughts on “Bisa Apa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s