Ketika Itu

Ketika itu, di suatu malam. Aku tersadar bahwa,

Tak ada yg lebih membahagiakan dari seorang ibu, yang terjaga di tengah malam hanya untuk meredakan tangis bayinya, mengganti popok basah, hingga sejenak melihatnya tertidur dalam pelukan ketika menyusu.

Bahwa tak ada yang lain yang ia butuhkan selain ibunya. Ibu yang bangun di setiap malam di setiap hari dalam kehidupannya. Hanya dekapan ibu yang mampu menyembuhkan air mata di setiap mimpi buruknya.

Dan dalam setiap dekapku, mengalir sebuah doa yang tak pernah berujung. Menyelipkan namamu diantaranya. Mendaratkan seberkas kecupan untuk mengantarmu dalam lelap. Dada yang naik turun itu, yang membuatku bertahan dalam menghadapi kerasnya dunia.

Ibuku pasti melakukan hal seperti ini padaku ketika itu, di suatu malam-malam yang lalu. Pasti juga ibumu. Di suatu malam-malammu.

Walau tak pernah terucap, setiap dekapnya adalah janji. Janji bahwa ia kan slalu ada untukmu.

image

Tidurlah yang nyenyak sayang. Tak usah pedulikan dunia yang mulai membencimu. Karena ada ibu.

Ibu.

Selalu.

Ada.

Untukmu.

One thought on “Ketika Itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s