Mempersiapkan Dana Pensiun

Kamu muda? Suka menghambur-hamburkan uang? Atau rajin nabung untuk hari tua?

Saya muda dan suka menghambur-hamburkan uang. Gaji sebulan habis seminggu. Boro-boro dompet tebal karena kebanyakan duit seratus ribuan. Adanya cuma duit receh dan bon koperasi. Tidak ada hari esok bagi saya. Rejeki sekarang, dihabiskan sekarang. Apalagi soal rencana masa depan. Jauuuh. Saking jauhnya sampe ga keliatan gimana ujungnya. Bersinar terang banyak tabungan atau gelap gulita kebanyakan hutang.

Tak hanya saya, pemikiran setiap anak muda pasti seperti itu. Sampai akhirnya semua mindset berubah setelah menikah.

Menikah, direncanakan. Tinggal dimana, direncanakan. Bekerja dimana, direncanakan. Punya anak, direncanakan. Jumlah anak, juga direncanakan. Biaya pendidikan anak, wajib direncanakan.

Kamu muda? Suka menghambur-hamburkan uang? Jangan harap bisa berencana hidup sejahtera.

Perencanaan dapat dimulai dari tabungan pribadi, asuransi, hingga dana pensiun. Pada awalnya saya hanya mempunyai satu tabungan pribadi yang limitnya hampir mendekati saldo minimal. Hingga akhirnya tak hanya tabungan pribadi, saya mengenal asuransi dan dana pensiun karena belajar dari suami.

image

Suami mulai membuka tabungan di BNI Simponi sejak Agustus 2012 ketika pertama kali bekerja di bidang pertambangan. Setiap bulan kami selalu menyisihkan uang dari masing-masing gaji kami untuk disetorkan, minimal 50.000 rupiah. Hingga saat ini kami mendapatkan pengembangan optimal sesuai dengan bunga yang berlaku dan jenis paket investasi. Seperti deposito/ pasar uang, obligasi, reksadana/ saham hingga yang berkaitan dengan syariah.

Apa perbedaan asuransi dengan dana pensiun?

Asuransi berkaitan dengan hal-hal tertentu semisal asuransi jiwa, asuransi kesehatan, maupun pendidikan. Rata-rata peserta asuransi menghentikan iuran asuransinya ketika telah berakhir masa asuransi. Entah karena ingin berpindan jalur asuransi hingga merasa bahwa asuransi memberatkan mereka.

Sedangkan dana pensiun dipergunakan oleh peserta untuk kesejahteraannya di masa purna tugas. Hanya ada sekali masa pensiun yakni normalnya saat berusia 45 tahun. Dengan iuran seperti tabungan pribadi yang tidak memberatkan peserta pensiun.

BNI Simponi menawarkan berbagai macam jenis dana pensiun. Pensiun normal yakni dana pensiun dapat diambil ketika peserta berusia 45 tahun. Sedangkan pensiun dipercepat yakni dana pensiun yang dapat diambil 10 tahun sebelum usia pensiun normal. Ada pula pensiun cacat dan meninggal dunia sehingga peserta tidak dapat meneruskan iurannya.

Apa manfaat dana pensiun bagi keluarga kami?

Kami menginginkan kesejahteraan di masa purna tugas. Dengan kata lain, kami ingin menikmati hidup ketika kami tua. Melihat anak-anak sukses dengan studinya. Tanpa kami diberatkan dengan biaya-biaya ini itu.

Kami merencanakan dana pensiun untuk pendidikan anak. Karena anak adalah anugerah yang harus kita berikan yang terbaik. Sebagai orangtua kita hanya bisa memberikan warisan ilmu yang bermanfaat kepada mereka. Oleh karena itu pendidikan yang layak harus mereka terima.

Sedangkan kita tahu bahwa biaya kuliah semakin hari semakin mahal. Jika tidak kita rencanakan dari sekarang, apakah kita sanggup membiayai pendidikannya sedangkan kita sendiri semakin hari semakin menua dan semakin tidak produktif lagi dalam bekerja.

Maka dengan dana pensiun dari BNI Simponi-lah yang dapat mengatasi permasalahan di masa depan.

Karena suami berusia 25 tahun, maka dana pensiun dapat diambil 20 tahun lagi. Atau jika dipercepat dapat diambil 10 tahun lagi. Sedangkan dua bulan lagi kakak di dalam perut akan segera lahir. Itu artinya ketika ia berumur 20 tahun, kami bisa membiayai pendidikannya tanpa kebingungan harus berhutang kesana-kemari. Dan di masa purna tugas, kami bisa memulai wirausaha.

image

BNI Simponi membantu kami untuk merencanakan masa depan buah hati.

Kamu muda? Masih suka menghambur-hamburkan uang? Coba deh pikir lagi.

Tak ada yang tahu seberapa lama usia seseorang. Tak ada yang tahu seberapa banyak harta yang dimiliki 20 tahun mendatang. Apakah kamu yakin mau menghabiskan semua uangmu? Apakah kamu yakin bisa mewujudkan cita-cita buah hatimu?

Maka dengan BNI Simponi rencanakanlah dana pensiunanmu mulai sekarang.

Diikutsertakan dalam BNI Blogging Competition
http://bit.ly/BNI_Simponi
♥ Facebook BNI fanspage
♥ Twitter @BNI46

13 thoughts on “Mempersiapkan Dana Pensiun

  1. maembie berkata:

    Benar sih, seharusnya memang ada waktu untuk menyisihkan uang gajian. Jangan ambil istilah “Life now, spend now” *Kalo salah bahasa inggrisnya maaf :D*

  2. Agung berkata:

    Tapi ketika terjadi resiko orang tua meninggal atau cacat dan tidak bisa bekrja untuk mencari nafkah. maka secara otomatis tidak bisa lagi menabung utk pendidikan anak2nya.dan anak terancam tidak bisa sekolah. Mungkin dalam hal ini asuransi pendidikan bsa menjadi piihannya. =)

    • aldilalala berkata:

      Ada banyak pilihan yg ditawarkan BNI Simponi kakak. Pensiun cacat atau meninggal dunia juga ada ketentuannya yang dapat dibayarkan pada pihak tertanggung. Hampir sama dg asuransi🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s