Rindu dalam Sebungkus Kecupan

Ketika itu kau dan aku dalam sebuah cerita. Cerita di balik halaman terakhir dalam sebuah buku. Ketika itu kau dan aku dalam sebuah awal. Cerita indah dibalik senyum dusta.

Apalah arti sebuah hubungan, kau dan aku satu tanpa pernah berjanji. Apalah arti sebuah cinta, kau dan aku mesra tanpa mengingat pemilik hati. Apalah arti sebuah perpisahan, kau dan aku tak pernah bersumpah untuk tidak saling meninggalkan.

Hati adalah hati. Bukan pikiran yang dapat dibaca. Bukan kata yang dapat diungkap. Hanya bisa dirasa walau tanpa dipaksa.

Kau dan aku kembali bertemu dalam cerita lain. Cerita di balik halaman pertama dalam sebuah buku. Ketika itu kau dan aku dalam sebuah akhir. Dimana persimpangan harus dilewati bersama-sama atau tetap berjalan sendirian.

Kau dan aku dalam sebuah kubikel. Pandangan yang sama, sentuhan yang sama, hati yang sama. Saling mendekat, saling mendekap, saling merasa.

Tanpa kata. Penuh arti. Terbungkus dalam sebuah kecupan. Rindu delapan puluh empat hari.

4 Januari 2013 dalam sebuah kubikel bersamamu, dan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s