Undangan Pernikahan

Berdasarkan versi internet ini dan ini, maka terciptalah sebuah undangan yang memiliki cita rasa kesenian yang tinggi hingga dianugrahi penghargaan oleh seluruh dunia persilatan.

Kenapa?

  • Unik

Setiap pernikahan adalah sakral dan ga ada yang mau dikembarkembarin. Jadi sebuah undangan adalah cerminan awal dari itu. Sebagai pubdekdok seumur hidup, gue ga mau mengecewakan dunia dengan design undangan yang biasabiasa saja. Dari hasil semedi di lereng gunung semeru serta musyawarah mufakat dengan warga desa terpencil, maka inilah design logo The Wedding AW oleh adek gue —eming

  • Simpel

Ga mau banyak foto. Lu kira jualan foto album? Ga nampilin katakata mutiara. Lu kira gue mario teguh? Apalagi nampilin kurikulum matematika tahun 2013 -_____- Mulai dari design, katakata, hingga garisgaris sudah gue perhitungkan dengan matang kesederhanaannya. So simple. So classy. And I love it :*

  • Murah

Dari hasil penelusuran dan investigasi gue ke seluruh dunia, undangan pernikahan paling murah 2500 rupiah. Tapi design-nya enggak banget deh. Nampilin foto dan katakatanya copy-paste begitu saja. Oh percetakan ga mutu!

Maka dari itu gue berpikir bagaimana caranya untuk bikin undangan bagus tapi murah. Nah kan biasanya undangan yang bagus identik dengan yang mahal, berpita, rendarenda, rainbow colour dan ada kecupan emasnya. Tapi ini enggak. Bagus tapi murah.

Kenapa bisa begitu?

Gue konsep undangannya bolakbalik. Satu lembar aja kayak undangan ulangtaun anak kelas satu esde. Biar ga ribet cara bukanya, yaa .. biar murah juga sih. Kalo ada penghargaan kalpataru pasti gue menang. Karena undangan gue hemat kertas😀

Nyetak selembar biayanya 5000 –pake kertas art paper 260. Kalo bolakbalik jadi 10000. Gue setting satu lembar A3 bolakbalik jadi 8 buah undangan. Jadi satu undangan biayanya 1250 rupiah. Plus bungkus plastik kirakira dipukul rata sekitar 1250-1350. Hemat dua kali lipatnya bo’😀

Perhitungan banget yak aldilalala. Jaman banci tambah cantik kayak gini mah keuangan juga perlu dipikirin. Ga hanya “Lu punya, gue beli” tapi “Lu bisa apa, gue beli dengan syarat” begitu sobat😉

Nah loh kok tanggal di undangannya tanggal 8? Bukannya kemarin yak? Jadi aldilalala udah nikah dong? Kok ga ngundang gue? Kirakira siapa aja yang dateng? Lalu kayak apa serunya akad sampe pesta pernikahannya? Hanimunnya dimana yak? Ngapain aja selama hanimun?

Penasaran banget ya dengan jawaban atas pertanyaan diatas. Mau tau? Mau tau? Saksikan episode selanjutnya kakaaak ..

Selamat menempuh hidup baru bagi yang merayakannya😀

3 thoughts on “Undangan Pernikahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s