Di-bully

Pilek alergi gue tak kunjung berhenti. Tiap kali gue stres apalagi. Gue di-bully men, jadi banyak mikir, tak napsu makan, berhenti nulis saking stresnya. Kenapa oh kenapa gue jadi seautis ini o.O

Masalahnya sudah beres sekarang.

Masalah apa?

Ada lah sebuah masalah yang sempet heboh di pabrik sampe gue mau dimutilasi dan dimasukin boiler untuk pembakaran. Ga perlu gue ceritakan disini, karena masalahnya sudah selesai.

bullying

Selesai? Yakiiin?

Hhhmm. Ya enggak sih. Gue divonis TERLALU KEKANAKKANAKAN DALAM APDET STATUS, DEWASALAH AL! Down dan gue ga tau bagaimana menjadi dewasa dalam apdet status. Kalo gue nulis tentang hal dewasa semacam POSISI BERCINTA YANG HOT, ntar gue dilabrak MUI karena menyebar luaskan aliran sesat. Saking bingungnya ga tau harus ngapain, akhirnya gue pun sengaja nutup akun fb. Biar damai, biar santai, biar ga ada yang ngepoin fb gue. Dampak dari masalah itu adalah gue ngerasa makin AUTIS.

Ihwow! Aldilalala resmi jadi ikon KUDET KUDET ngalahin kucingnya radityadika :O

Semenjak menon-aktifkan jejaring sosial fenomal itu gue jadi makin minder mau nulis. Grup fiksi yang selalu gue ikutin dengan antusias di setiap minggu cuman gue lewatin aja, dibaca pun enggak. Sadis men. Gue ngerasa menjadi korban bully.

Seumurumur, gue ga pernah dilaranglarang kayak gini. “Nulis semau lu” menjadi “Nulis semau orangorang yang menilai”, entah siapa orangnya yang jelas tulisan gue ga boleh bikin SAKIT HATI, TERSINGGUNG, JANTUNGAN, SAMPE PATAH KAKI. Kalo ada yang sampe begitu, berarti gue DIVONIS BERSALAH!

Dan mama adalah orang pertama kali kasih saran MENULIS UNTUK MENUANGKAN HATI, IDE, DAN PIKIRAN hingga gue menjadi penulis yang terkenal dan tercantik sampai saat ini. *Empret!

Makanya gue jadi stres dan bersedih hati berlarutlarut. Dan hari ke-tiga, gue meyakinkan diri untuk mengaktifkan fb lagi.

Wot? Cuman tiga hari?

Nah. Itulah sebabnya, bertahan cuman tiga hari, gue benerbener ga tahan buat ga nulis. Tulisan gue adalah napas gue. Berenti nulis sama artinya dengan berhenti napas. MATI!

Dan gue siap berkata TIDAK!

Inilah gue, Aldila Sakinah Putri. Inilah suara gue, inilah tulisan gue, walaupun sering banget nyakitin hati orang, selalu bikin orang tersinggung, dan ga jarang usapin umbel ke sembarang tempat tapi PERCAYALAH, bahwa seperti itulah kenyataan. Walaupun pahit, mau tak mau harus lu terima. Meskipun terasa tersayat pedih di ulu hati.

Salam perdamaian buat seseorang disana yang masih membuang muka ketika gue lewat. Bukankah masalahnya sudah selesai?

16 thoughts on “Di-bully

  1. myalterstory berkata:

    IMO nih ya mbak, agaknya gak enak kalo autis dijadikan “perumpamaan” apapun itu.. hehe.. soalnya punya sepupu autis dan sudah meninggal, kalo liat dia, nggak adil rasanya ini dunia😦

  2. myalterstory berkata:

    Ngomong2 soal bully tulisan, gue juga PERNAH DI BULLY! Pas pertama kali kenal blog, di sembur sama tetua di group komunitas blog itu, katanya disini blog, bukan pesbuk. Rasanya sedih banget. Tapi akhirnya belajar juga cara nulis yang lebih elegan (katanya), gue ngerasa tulisan gue lebih “hidup”, berasa mantap buat nulis and no more complain after that.. hehehe *tsaaaaaahhh*😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s