Vanilla

es krimn

DILARANG MAKAN ESKRIM! Kata ibu guru kepada kami berlima. Kemudian beliau pergi meninggalkan kelas dan membiarkan eskrim itu berdiri sendirian di tengah-tengah kerumunan kami. Telunjukku terlujur untuk mencoleknya.

Jangan! Nita menampik tanganku keras. Kata ibu guru tidak boleh.

Tapi aku ingin tau bagaimana rasanya, kataku sambil menelan ludah. Diiringi anggukan teman lainnya.

Telujuk Dion maju. Nita menghalanginya. Telunjuk Soni maju. Nita menghalanginya. Telunjuk Fajar maju. Nita menghalanginya.

Aku bilang TIDAK BOLEH! Kata Nita sambil berkaca pinggang memunggungi eskrim lezat itu.

Kami berempat bertatap muka lalu ramai-ramai menjulurkan telunjuk pada setangkup eskrim yang mulai meleleh itu.

JANGAN!

Nita terjatuh dan kakinya basah oleh eskrim. Kami berebut menjilatinya.

Rasa apa ini? Tanyaku.

Semacam kapas lembut yang tersentuh malaikat. Manis dan menggelora dalam lidah.

Vanila! Seru Fajar.

Ya. Ternyata eskrim rasa vanila itu memang enak.

Tak berhenti kami menjilatinya sampai ketika ibu guru datang, berteriak, lalu pingsan. Saat melihat Nita yang kehilangan sebagian kaki kanannya. Mulut kami belepotan darah.

#CerminBentangMinggu4

22 thoughts on “Vanilla

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s