Mengapa Kartini?

KartiniSanter beredar opini publik yang sepakat untuk menindaklanjuti pengukuhan pahlawan wanita fenomenal, KARTINI. Mengapa harus Kartini? Mengapa bukan Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, atau Aldila Sakinah Putri? Okeh, pilihan ketiga kita coret saja.

Padahal jika dilihat dari sudut pandang tenaga, Kartini jelas kalah. Ia tak pernah melawan penjajah sambil naik kuda dan berkalung sorban. Ia tak pandai memainkan pedang untuk menghunus penjajah. Ia cuma seorang wanita yang ingin sekolah.

Jika dilihat dari sudut pandang ide, Kartini jelas tidak ada apaapanya. Memang, ia mendirikan sekolah sendiri untuk memperjuangkan sesamanya. Tapi apa lu ga tau bahwa Dewi Sartika juga mendirikan sekolah untuk membantu sesamanya juga?

Lantas, mengapa Kartini yang lebih pantas mendapatkan gelar pahlawan emansipasi wanita?

Jawabannya sederhana. Karena ia MENULIS.

Mengapa gue ga tau bagaimana perjalanan hidup seorang Cut Nyak Dien dan Dewi Sartika? Karena tidak ada tulisan tentang mereka. Oke. Di buku sejarah mungkin ada, tapi cerita mereka tak sefenomenal Kartini. Oke. Mungkin mereka juga menulis, tapi bagaimana dunia bisa tau kalo tidak dipublikasikan?

Kartini. Ia lebih maju karena menulis. Ia lebih dikenal karena dunia tau keberadaan dirinya lewat tulisantulisannya. Dan metode pempublikasiannya adalah satu hal yang membuat Kartini lebih maju dan dikenal ketimbang pahlawan yang lain.

See, right?!

Kartini Jaman Sekarang

Layaknya seorang pahlawan di desa terpencil. Bagaimana dunia tau jika ia tak menulis perjalanan hidupnya, atau mungkin ada reporter yang menulis beritanya. Bagaimana dunia tau jika tulisantulisan tersebut tidak disebarluaskan lewat buku, radio, internet, televisi. Semua itu tak lepas dari peranan teknologi informasi.

Meskipun namanya sedikit tercela karena menjadi istri keempat seorang bangsawan, namun usaha dan karyanya masih dikenang oleh dunia.

Jadi, jangan pernah menyalahkan Kartini.

Selamat hari Kartini. Teruslah menulis wahai perempuan. Karena disanalah kau akan menemukan tanda, cara, serta pengukuhan diri atas nama dan perjalanan hidup.

Ibu kita Kartini
Putri sejati
Putri Indonesia
Harum namanya

Ibu kita Kartini
Pendekar bangsa
Pendekar kaumnya
Untuk merdeka

Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia

Ibu kita Kartini
Putri jauhari
Putri yang berjasa
Se Indonesia

Ibu kita Kartini
Putri yang suci
Putri yang merdeka
Cita-citanya

Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia

Ibu kita Kartini
Pendekar bangsa
Pendeka kaum ibu
Se-Indonesia

Ibu kita Kartini
Penyuluh budi
Penyuluh bangsanya
Karena cintanya

Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia

Iklan

10 thoughts on “Mengapa Kartini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s