Kahlil Gibran, Perihal Anak

sangnabiMeskipun udah khatam Harry Potter, baru sekali ini gue baca bukunya pujangga kenamaan KAHLIL GIBRAN. Gue dipinjemin buku SANG NABI-nya Khalil Gibran sama mas pur. Dipinjamkan secara sembunyisembunyi agar tidak terkena sidak pak karim, satpol pp-nya pabrik😀

Tapi karena kesibukan ngepel badan dan ngelondriin gigi, buku itu ga terjamah seminggu lebih. Hehehe. Baru aja gue baca beberapa, ada satu bab yang bikin gue merinding, langsung inget kota malang. Yap. Kota yang gue tumpangin selama empat taun itu tibatiba kebayang, jadi kangen, pengen ciumcium tanahnya.

Gue adalah penggemar setia radio kosmonita. Saben pagi sampe pagi lagi yang gue setel kebanyakan radio itu, radio khusus ibuibu. Ada suatu ketika pas bulan itu memperingati hari anak sedunia, naratornya mengutip sebagian paragraf dari buku kahlil gibran ini, perihal anak.

Yang intisarinya langsung nancep ke dalam hati. Soswit beyud dah. Sampe darah dari hati gue mengalir deras.

Cekidot.

Anakmu bukanlah anakmu.

Mereka putra-putri kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri.

Mereka datang melalui engkau tapi bukan dari engkau.

Dan walau mereka ada bersamamu tapi mereka bukan kepunyaanmu.

Kau dapat memberi mereka cinta kasihmu, tapi tidak pikiranmu.

Sebab mereka memiliki pikirannya sendiri.

Kau bisa merumahkan tubuhnya tapi tidak jiwanya.

Sebab jiwa mereks bermukim di rumah masa depan, yang tiada dapat kau sambangi, bahkan tidak dalam impian-impianmu.

Kau boleh berusaha menjadi seumpama mereka, tapi jangan berusaha membuat mereka seperti dirimu.

Sebab kehidupan tiada surut ke belakang, pun tiada tinggal bersama hari kemarin.

Engkaulah busur dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur.

Sang Pemanah membidik tanda sasaran di atas jalan nan tiada terhingga, dan Dia menekukkan engkau dengan kekuasaan-Nya agar anak panah-Nya dapat melesat cepat dan jauh.

Meliuklah dengan riang di tangan Sang Pemanah.

Sebab sebagaimana Dia mengasihi anak panah yang melesat, demikian pula Dia mengasihi busur nan mantap.

Kahlil Gibran.

T^T menangis haruuu ..

Pembelajaran bagi orangtua yang seringkali –selalu mendidik putraputrinya agar bisa menjadi seperti mereka, sesuai keinginan mereka. Semoga kita nantinya tidak seperti itu, untuk anakanak kita kelak.

4 thoughts on “Kahlil Gibran, Perihal Anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s