Lembur

Gue pulang jam lima lebih lima belas menit. Empat puluh lima menit lebihnya dari jam pulang. WOW. Untuk kesekian kalinya gue kerja terlalu keras dan akhirnya pulang terlalu sore. Sampesampe barangbarang yang gue gotonggotong kesana kemari di pabrik jadinya gue masukin tas, sengaja diikutin pulang ke rumah. Dari kertas id yang dinamakan “shipping park”, packing list note yang kayak nota bon, sampe lakban.

Soriborimori pak satpam, bukannya mau nyolong, tapi kalo ga dibawa pulang juga kasian ditinggal sendirian di dalem gudang yang berhantu. Hhuuu~

Gue kerja udah sebulan di http://www.ptmbj.com/. Dan masih belajar tentang kayu dan dunianya. Tak kenal maka tak sayang, maka dari itu gue harus lembur biar tambah sayang sama kayu, trus pacaran, sampe akhirnya nikah dan punya anakanak kayu, lalu dikasih nama PINOKIO.

Kontrak selama 6 bulan ini gue disuruh mempelajari semuanya. Dari bagian produksi sampe gimana cara pengupahan tenaga kerja borongan dan ngitungin berapa orang yang kerja bertelanjang dada. Eh.

Tapi sama bu ketut gue dikasih tugas buat jadi satpan gudang. Nyatetin stok kayu yang masuk dan keluar trus gitu ditata dalem satu grade satu ukuran. Weits. Bingung yak? Ginigini, gue kasih pengandaian yang lebih sederhana. Tau roti tawar kan? Yang bentuknya balok itu. Lembarlembar kayu yang ditumpuktumpuk itu sebut saja sebagai roti. Nah macemmacem roti kan banyak, ada yang selai nanas, coklat kacang, pisang susu, dan lain sebagainya. Rotiroti itu kemudian disimpem dalem lemari (lemarinya itu ya gudang itu) dan ditata rapi sesuai dengan rasa, bahan, dan jenis roti. Masalahnya roti itu kan empuk kayak bantal, kayu itu keras dan berat. Kalo ga pake forlif, ga bisa diangkatangkat dan ditaruh disini situ.

Resiko cewek kerja di lingkungan cowok:

1. Semakin manja karena banyak yang ngasih bantuan. Karena gue selalu merasa lemah letih lelu lunglai dan tak bertenaga karena belum makan siang, otomatis gue ga kuat ngangkatin roti sendirian, jadi harus minta bantuan dari oranglain sambil kedipkedipin bulumata biar segera dibantuin😀 Gue jadi berteman akrab sama supir forklifnya. Mulai dari mas darmaji yang kalem dan ga banyak omong, cuman bisa senyum dan ngangguk. Gue rasa, dia ga bisa gelenggeleng:/ Trus yang punya wajah mesum, mas haris, yang doyan sms-an dan malakin gue permen. Lalu mas agus yang jadi supir forklif pertama yang mau boncengin gue di forklifnya. Horeee😀 *menangis bahagia*

Lalu mas hari yang manis dan baik hati, baru aja dapet sertifikat forklif dan diakui sebagai supir forklif profesional di seluruh dunia *guaya poool* Gue jadi pengen bisa nyupir forklif, les dimana ya?

Juga mas ahmad, biasa dipanggil juna, bukan karena mirip juna master chef, tapi emang namanya juna .. junaedi😀

2. Semakin cantik karena sedikit saingan. Cewekcewek di lingkungan lima ratus meter dari gue semuanya udah laku bro, udah nikah dan punya anak, kecuali gue yang masih dipajang di etalase karena ga lakulaku. Jadinya tiap bangun tidur dan berangkat ke pabrik, gue ga pernah ngerasa jelek. Meskipun belom mandi, ga pernah gosok gigi, dan sering kentut. Aku cantik cantik dari hatikuuuu~

3. Diameter piring semakin lebar. Ngikutin perut cowok, piring di kantin diameternya dua kali dari piring dirumah gue. Ajegile bang! Gimana gue ga naik dua kilo dalam sebulan ini. Tiap kali makan siang porsinya porsi kuli. Mana dapet eskrim dan buahbuahan pula. Bahagia sekali. Selama empat taun melewati masamasa pengiritan karena kulia, kini gue makan bebas sebebas parkir bebas di indomaret.

Lah. Kalo lembur?

Ini yang paling ga gue suka dari kerja lembur. Otomatis ga dapet makan siang. Warung juga jauh. Aduduh. Masak iya mampir ke rumah calon mertua cuman pengen numpang makan. Gengsi lah bro. Sepertinya gue harus cari abang tukang bakso marimari sini aku mau beli ..

Karena GUE BESOK LEMBUR! *LAGI!*

Iyaaa.

Tauuu.

Besok itu hari minggu. Tapi meskipun hari minggu, tanggalnya warna merah, tapi gue harus masuk. Harus pokoknya harus. Karena lemari yang berisi roti itu belum tertata dengan baik dan tadi gue sempet diomelin bu ketut. Hihihi. Sori bukbro, bukan salah saya😉

Well. Lembur bukan hal yang meresahkan, bukan hal yang menyedihkan, juga bukan hal yang mengesalkan. Lembur adalah hal yang menyenangkan. Katanya baliho besar iklan rokok itu sih .. ASYIKNYA LEMBUR!

One thought on “Lembur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s