STOICHEON N

Asmi mengamatinya lagi. Hanyalah segumpal tanah dalam pot. Tanpa tanaman, kering dan retak-retak. Hanya segumpal tanah yang selalu ia siram dengan air setiap hari. Tetap kering, tetap retak-retak dan tetap tanpa tanaman.

Kelangsungan hidup makhluk hidup dipengaruhi oleh adaptasi, seleksi alam, dan perkembangbiakan. Segumpal tanah. Bukan makhluk hidup dan tak dapat berkembangbiak juga beradaptasi, namun harus mengalami seleksi alam agar kehidupannya tetap berlangsung.

Asmi memandang ke luar jendela. Bangunan tinggi yang ia tinggali. Dari tempat ia berdiri, ia tak menemukan sejengkal tanah pun yang melekat pada bumi. Semuanya tertutup aspal putih. Kemacetan ruas jalan terlihat di bawah. Klakson-klakson mobil terdengar menderu-deru.

Semua orang berdesakan untuk pergi ke selatan. Ke tempat teraman menyelamatkan nyawa sebelum kota ini hancur. Terlalu banyak perkembangbiakan hingga sejengkal tanah harus dihuni tiga manusia sekaligus. Tak ada lagi habitat. Manusia tak mampu lagi beradaptasi dengan keadaan seperti ini. Keadaan kota yang semakin memburuk ditambah hujan yang sudah empat pekan tak kunjung datang.

Badannya bergetar seiring dengan gempa yang baru saja terjadi. Retakan di dinding muncul lagi. Asmi merapat ke dinding. Merasakan retakannya yang semakin parah. Ia menangisi kepedihan bumi yang sekarat. Sekarat tanpa unsur N.

Ikuti kisah selanjutnya KLIK DISINI

Iklan

3 thoughts on “STOICHEON N

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s