[Rearrange] Manusia Hujan

Mereka menyebutku manusia hujan. Ya. Aku memang terbuat dari hujan. Badanku, tanganku, kakiku, kepalaku, bahkan jantung dan hatiku. Aku hidup ketika hujan tiba. Menjadi segar, menjadi kuat, dan menjadi bersemangat. Ketika hujan berhenti aku sakit, tak bernyawa, lalu mati.

Aku tak punya kawan. Karena aku tak pernah bisa menjabat tangan mereka dengan tangan hujanku. Tak bisa memeluk mereka dengan hatiku. Aku punya banyak musuh. Petani bawang, petani garam, bahkan anak sekolah. Semuanya membenciku. Semuanya menghindariku. Mereka berkata bahwa aku hanya merepotkan mereka kalau aku ada. Kenyataannya memang aku tak berguna bagi mereka. Aku sedih mendengarnya. Aku akhirnya pergi dan bersembunyi. Aku tak mau bertemu dengan mereka lagi. Hujan pun berhenti, kemudian aku mati.

Musim panas kali ini lebih lama dari biasanya, penduduk kehilangan tanah mereka. Semua sawah mati karena kekurangan air. Penduduk kelimpungan mencari air. Ibu-ibu kebingungan mencuci pakaian keluarga mereka karena sungai mulai mengering. Begitu pula ikan-ikan yang kehilangan habitatnya. Semuanya mengering dan retak.

Mereka mencari ke dalam tanah. Tak ada air tersisa. Mereka mencari ke langit. Ketika menengadah hanya ada sekumpulan awan yang merindukan hujan dan matahari yang bersinar semakin lama terasa membakar relung hati. Panas yang tak tertahankan.

Penduduk berkumpul ramai di tengah lapangan. Petani bawang, petani garam, anak sekolah, sampai ibu-ibu rumah tangga. Mereka menengadah dan mulai berdoa. Melakukan ritual tarian memanggil hujan. Langit mendadak diselimuti awan gelap dengan petir menyambar-nyambar. Gemuruhnya diiringi isak tangis penduduk yang merindukan hujan. Seketika itu matahari datang dan membuyarkan semua lamunan dan kenyataan.

Aku terlanjur sakit hati. Aku tak mau datang lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s