Berbagi

Dua wanita bergamis. Selalu bersama-sama. Dalam kegiatan kajian, kegiatan kampus, kegiatan amal, bahkan acara memasak sekalipun.

Mereka adalah sahabat akrab. Tak ada yang melebihi kedekatan mereka bahkan jiwa dan raga sekalipun.

Mereka suka berbagi. Berbagi makanan, pakaian, buku, dan ilmu. Betapa indahnya berbagi. Berbagi kebahagiaan dan berbagi kesedihan.

Suatu ketika salah satunya menikah dengan pria beragama. Pintar berceramah dan merupakan sosok terpelajar di kampungnya. Menjadi panutan masyarakat karena kebaikan hatinya.

Hari ini tiba-tiba si istri menangis diiringi hujan yang baru saja turun ke bumi. Seperti guntur ia marah, berteriak, dan melaknat suami sendiri. Suami memandang sang istri iba.

Katamu kau mencintaiku karena Tuhanmu. Lalu mengapa tak kau izinkan aku menikahi wanita lain yang juga mencintaiku karena Tuhannya? Bukankah kau suka berbagi dengan sahabatmu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s