The Legend of Snow White (Kelas X8)

Dulu jaman ababil, pertama kali gue menginjekkan kaki di bangku putih abuabu, dapet tugas akhir mbuat pilem indi. Karena kami sekelas enggak tau judul apa yang musti dibuat, akhirnya nyarinyari buku cerita bekas di pasar loak, waktu itu gugling internet belom buming kayak sekarang. Untung aja si dita (maknee X8) yang doyan berkhayal menemukan ide membuat cerita Putri Salju.

Pertamatama kita ngerekam dialog di radio deket rumah gue. Gue ga setuju banget. Karena kalo pas istirahat, tementemen pada maen ke rumah dan ngabisin kue buatan mama. Terutama si catur.

Lalu adegan syuting pilem dilakukan di skul. Mumpung di skul ada pentas gede (pentas buat majang anakanak nakal tiap upacara tiba) mulai pagi sampe malem tanpa lampu yang memadai, kita tetep syuting. Bisa dipastikan satu kelas ga ada yang mandi sore semua😀

Okei. Berikut ini adalah adegan dialog ful dari kelas X8. Cekidot.

Pembuka : oh.. Feel Young(OST.OH.. FEEL YOUNG)
Pada suatu hari tinggallah seorang raja dan ratu. Mereka hidup sangat bahagia. Saat itu ratu sedang mengandung seorang bayi berusia delapan bulan. Di suatu malam yang dingin turunlah salju saat itu ratu sedang menjahit pakaian. Tiba-tiba…

Ratu : (berjalan di dekat jendela sambil melihat salju, tiba-tiba jarinya tertusuk jarum) aduuuh…
(raja datang kepada ratu)
Raja : oh… ada apa dinda, jarimu… jarimu tertusuk jarum. Tetapi dinda tidak apa-apa kan? Tidak sampai melukai bayi kita kan?
Ratu : kanda, kalau bertanya satu-satu dong. Dinda tidak apa-apa kanda. Kanda tidak usah khawatir. Alhamdulillah anak dalam anak kita sehat walafiat
Raja : alhamdulillah wasyukurilah … (theme song alhamdulillah “OPICK”)
Ratu : wah… wah, ternyata kanda pintar juga menyanyi. Mending, kanda ikut kontes dangdut saja. Itu lho yang sekarang lagi ngetrend AFI (Akademi Farmasi Impian)
Raja : ha… ha… 3x, dinda… dinda… AFI itu bukan Akademi Farmasi Impian, tetapi Akademi Fantasi Indosiar. Apa dinda tahu? Kalau kanda ikut kontes, bisa-bisa kanda tereleminasi pertama kali
(mereka terdiam, lalu, …)
Ratu : kanda… terkadang dinda melamun, membayangkan seperti apa anak kita nanti. Dinda ingin… sekali, kelak anak kita lahir nanti, bibirnya semerah darah ini, dan kulitnya seputih salju itu
Raja : wah… tidak bisa kita bayangkan jika anak kita lahir cantik seperti itu

Beberapa bulan kemudian lahirlah bayi itu
Bayi : oek… oek…oek…(lagu:WONDERFUL LIFE)
Ratu : kanda lihatlah… putri kita secantik apa yang kita bayangkan dahulu. Bibirnya semerah darah, dan kulitnya seputih salju. Bagaimana kalau kita memberinya nama… putri salju
Raja : ya! Kukira nama putri salju adalah nama yang indah
Beberapa bulan kemudian, saat berada di taman kerajaan
Dayang H&M : wah… putrinya cantik ya seperti dayang-dayangnya
Dayang han : lihat saja bulu matanya, lentik seperti dayang han
Dayang Ming : lihat saja hidungnya, mancung seperti dayang ming
Dayang han : iya… iya, hidungnya mancung seperti dayang ming, tapi mancung ke dalam
Dayang Ming : tapi kan mirip aku
Dayang han : enak saja, mirip aku
Dayang Ming : mirip aku
Dayangt Han : pokoknya aku!!!
Dayang han : aku
Ratu : sudah-sudah, kalian ini kok berebut siapa mirip siapa. Ini kan putriku, jadi ya… mirip ibunya dong.
(tiba-tiba ratu merasa sakit)
Ratu : aduh… tolong, jantungku kambuh lagi! (sambil memegang kepalanya)
Dayang han : loh, piye to ratu iki, jantung kok disitu
Ratu : memangnya jantung itu ada dimana?
Dayang han : jantung itu ada disini
Ratu : oh iya, saya lupa. Oh… tolong… tolong… (sambil memegang dadanya)
Dayang ming : jangan mematung saja, cepat sana panggil bos! …eh raja!
Dayang han : ok deh bos
Dayang ming : enak aja bas bos bas bos, aku ini beautiful girl tahu
Dayang han : iya… iya, dasar cewek centil
Dayang ming : dasar cewek gendut
(dan kemudian dayang han memanggil raja yang sedang duduk santai)
Dayang han : raja… raja, ratu sakit keras!
Raja : sekeras apa? Batu atau bom bali?
Dayang han : aduh raja ini kok enggak mudeng sih, penyakit jantung ratu kambuh lagi
Raja : apa!!! Oh my God (raja kebingungan dan berjalan berputar-putar diikuti oleh pengawal) oh! Iya! (kemudian pengawal menabrak sang raja) pengawal! Cepat panggilkan dokter, tabib, dukun atau apa sajalah!
Pengawal : si… siap! Jadi… siapa yang dipanggil, baginda?
Raja : siapa saja!
Pengawal : (baru berjalan sebentar, kemudian kembali lagi) jadi… sekarang baginda?
Raja : tidak, besok… ya sekarang dong!
(ketika pengawal menjemput tabib)

Scene II Kematian Permaisuri
Tabib : tunggu, tunggu sebentar
Pengawal : lambat kali kau!
Tabib : Aduh (terjatuh) kamu kira aku ini siapa
Pengawal : maaf aku kira kambing
Taabib : atas dasar apa kamu menyebutku kambing
Pengawal : dalam skenario kan disebutkan katika saya menarik kamu dan kamu marah lalu bertanya kepadaku aku harus bilang kau seperti kambing
Tabib : sudah – sudah! (menutup mulut pengawal) bisa – bisa saang ratu wafat (menarik tangan pengawal)
Raja : kenapa lama sekali
Pengawal : maaf baginda tadi di jalan ada sikomo lewat jadi jalan macet lagi
Raja : ahh nggak apa – apa, sekarang tabib tolong sembuhkan istri saya
Tabib : baiklah raja saya akan menyembuhkan putri semampu saya
Raja : tabib, tolong obati istri saya!
Tabib : baik raja! (theme song mbah dukun) (tabib pun memeriksa sang ratu, tak lama setelah itu…) …raja… (raja diajak tabib menuju tempat yang jauh dari ratu)
Tabib : maafkan hamba raja, tapi ratu…
Raja : ada apa tabib?
Ratu : dayang han, tolong panggilkan kanda…
(kemudian dayang han memanggil sang raja)
Dayang han : raja… raja, ratu memanggil anda
(kemudian raja menemui sang ratu)
Ratu : kanda… sepertinya hidup dinda sudah tidak lama lagi. Maukah kanda berjanji satu hal pada dinda?
Raja : apa itu dinda?
Ratu : kanda harus berjanji, kanda akan menjaga putri kita dengan sebaik-baiknya. Dan kanda tidak boleh menelantarkannya
Raja : baiklah dinda, kanda berjanji
Ratu : Slamat tinggal kanda(UNBREAK MY HEART “TONY BRAXTON”)
(lalu dengan tersenyum, ratu memejamkan matanya untuk selamanya)
Raja : bagaimana nasib anakku penasihat? Apakah dia baik-baik saja, tanpa seorang ibu yang membimbingnya?
Penasehat : (tersenyum lalu berdiri) apakah putri salju perlu dicarikan seorang ibu, raja?
Raja : itulah penasehat…, itu yang membuatku gundah gulana. Sebenarnya aku sedang memikirkan untuk mencarinya. Tapi apakah itu perlu?
Penasehat : kalaupun itu perlu, mengapa baginda tidak segera memutuskan? Siapa yang anda maksudkan raja?
Raja : baiklah… bagaimana kalau ratu cantik dari kerajaan sebelah?
Penasehat : baiklah kalau memang baginda sudah mantap. Tidakkah kita perlu mengutus utusan untuk menyelidiki perilakunya?
Raja : tidak perlu, lagipula aku sudah memahami siapa dia
Penasehat : hamba mengerti baginda
Raja : baiklah… pengawal! Sebarkan berita ini!
Pengawal : wira-wiri… woro-woro. Akan diadakan pernikahan antara raja Philip terus terang terang terus dengan ratu Luisa. Yang insyaallah akan diadakan pada jum’at kliwon di Gedung Soedjono. Dan mendatangkan artis Agnes monica dengan band legendaris tani maju.
(kemudian pesta diadakan di Istana, para warga menikmati pesta pernikahan)
Tamu 1 : (bersalaman dengan pengawal) selamat ya raja!
Tamu 2 : selamat ya ratu
Ratu : terima kasih
Tamu 2 : ini ada bingkisan untuk ratu
Ratu : apa ini?
Tamu 2 : ini adalah TV ajaib
Ratu : aduh… tidak perlu repot-repot, kamu berkunjung ke acara pernikahanku itu sudah cukup buatku
Tamu 2 : terima saja Ratu
Ratu : ya sudah, terima kasih ya! Pengawal… bawa kado ini ke dalam ya?
“ baiklah, untuk acara selanjutnya, kita tampilkan grup dnce dari Texas… inilah… HEXATA!!!…(Lagu:KAMU DAN KAMU”AGNES”)
Raja : dinda… kanda sungguh beruntung menikah dengan ratu secantik dinda
Ratu : terima kasih kanda… dinda juga sangat bahagia, apalagi ada putri salju yang membuat hari-hari kita penuh dengan warna
Putri salju : ayah… bunda…, sedang apa?
Ratu :aduh sayang… kamu itu mengganggu saja, kita ini sedang berbicara tentang… warisan, jadi lebih baik kamu bermain seja di taman
Putri salju : baik bunda
(ratu mulai menampakkan sifat jahatnya, dia ingin mencelakakan raja)
Ratu : kanda… sepertinya kanda terlihat lelah sekali, lebih baik kanda istirahat saja ya
Raja : baik dinda
Ratu : ngomong-ngomong tentang warisan, jika seluruh warisan itu jatuh ke tangan putri salju, maka saya tidak akan mendapatkan apa-apa. Kalau misalnya kanda meninggal…maka yang berkuasa di kerajaan ini adalah saya. Dan akhirnya seluruh warisan itu akan jatuh ke tangan saya. (ratu membuat secangkir kopi untuk raja)
Ratu : Dengan sedikit racun, maka dia akan memejamkan matanya untuk selama-lamanya. (kemudian ratu mendekati raja) kanda… minumlah secangkir kopi ini agar badan kanda terasa hangat.
Raja : terima kasih dinda
Ratu : (mampus kau) (rajapun mati seketika, tapi…)
Raja : tadi itu minuman apa?
Ratu : hei… itu racun tau! …tolong-tolong… pengawal
(pegawal dan putri salju datang)
Putri salju : what is the matter with my father?
Ratu : ayahmu tiba-tiba nafasnya terhenti
Putri salju : jadi bunda, ayah… ayah…
Pengawal : …ya, raja telah meninggal
Putri salju : ayah!!!(TERBAIK BAGIMU”ADA BAND”REFF)

Ketika raja meninggal, sang ratu mulai menampakkan kesombongannya.
(ratu bercermin didepan kaca ajaibnya)
Ratu : wahai TV ajaibku, siapakah wanita yang tercantik di seluruh negri ini?
TV ajaib : tentu saja ratu, tapi… tapi…
Ratu : tapi apa? Cepat katakan!
TV ajaib : tapi ada yang lebih cantik dari Ratu. Baju kusamnya tidak bisa menutupi kecantikannya, bibirnya yang merah, kulitnya yang putih…
Ratu : cukup! Maksud kamu putri salju menandingi kecantikanku?
TV ajaib : ya ratu
Ratu : apa!!! Berani benar dia. Lihat saja, akan kusingkirkan dia dari muka bumi ini!!!
Kemudian datanglah penyihir ke hadapan ratu.(MY LECON INTRO”GTL”)
Penyihir :seorang ratu yang terkalahkan kecantikannya karena anak tirinya, sungguh memalukan!
Ratu : diam kau!
Penyihir : sebenarnya saya punya siasat, tapi kalu disuruh diam, ya… lebih baik pergi.
Ratu : tunggu, tunggu sebentar, … apa siasat itu?
Penyihir : akan ku beritau. Was wes wos …
Ratu : oh begitu. Ya ya ya…
Penyihir : sebentar, belum selesai. Was wes wos. Bagaimana, setuju?
Ratu : ya, seandainya putri salju meninggal, maka kecantikannya akan hilang. Dan yang tercantik di negri ini adalah saya. Em… tapi kamu siapa? Kok SKSD banget.
Penyihir : memangnya ratu belum kenal saya. Padahal kesaktian saya sangat terkenal dimana-mana, saya adalah keturunan dari lord voldemort. Perkenalkan, nama saya pipiyot.
Ratu : apa? Peyot?
Penyihir : loh, kok peyot sih. Pi-pi-yot, singkatan dari si pipi cilot.
Ratu : pantas saja pipi kamu empuk kayak cilot.
Penyihir : bukan, bukan, Cuma bercanda kok. Nama saya pipiyot, alias penyihir.
Ratu : terima kasih ya pipiyot, atas bantuannya, … tapi jika aku mau meminta bantuanmu lagi, bagaimana caranya?
Penyihir : tenang saja ratu, ratu bisa menghubungi saya via telephone.
Ratu : memangnya nomor kamu berapa?
Penyihir : 123-456-78910, em… kalau begitu permisi ratu, saya mau kembali ke istana saya.
Ratu : ya udah sana kembali ke habitat asalmu. … pengawal …
(pengawal pun datang)
Ratu : pengawal… cepat kesini
Pengawal : ada keperluan apa ratu memanggil hamba?
Ratu : cepat kau bawa putri salju ke tengah hutan, dimana dia dapat mengambil jamur… lalu… bunuh dia
Pengawal : apa membunuh? Apa andanya tidak berpikir terlebih dahulu, tega-teganya anda membunuh anak sendiri …kata ustad sanusi, membunuh orang yang tidak berdosa dosanya sangat besar, apalagi membunuh anak sendiri… sungguh berdosa… (balasannya saja masuk neraka)
Ratu : oh… jadi kau coba-coba untuk melanggar perintah ku! Apa kau mau kepalamu kupenggal?
Pengawal : ah… cuma dipenggal… apa! Dipenggal?!!! Ampun ratu!
Ratu : ya sudah… laksanakan perintahku. Serahkan jantung putri salju kepadaku dan letakkan di dalam kotak ini. (ratu menyerahkan kotak emas kepada pengawal)
(kemudian pengawal menemui putri salju)
Di taman depan putri salju sedang bermain bersama teman-temannya.
Putri salju : angel… popi… akankah kalian menjadi sahabat yang selalu menemaniku dalam keadaan suka maupun duka?
Angel : tentu saja putri. Kami akan bersama putri. Putri kesana kami akan kesana
Popi : putri kesini kami juga ikut kesini
Angel : berarti kalau putri masuk ke dalam sumur, kita ikut juga?
Popi : uuh! Kamu ini mana mungkin putri masuk sumur, emangnya putri tukang sumur apa?
Angel : kamu itu… ya nggak mungkin. Itu kan ibarat
Popi : oh… jadi… begitu ya?
Angel : iya, dari tadi nggak mudeng-mudeng
Datanglah seorang pengawal.
Pengawal : putri salju, putri disuruh ratu untuk pergi ke hutan mencari jamur.
Putri salju : kenapa harus aku
Pengawal : Katanya hanya putri yang bisa membuat hati ratu senang.
Putri salju : jamur! Tapi apakah saya pergi sendirian?
Popy : tenang saja putri dimana ada putri di situ ada kami
Angel : ya kami akan selalu ikut dengan putri kemanapun putri pergi
Pengawal : oh, tdak perlu, kalau yang pergi ke hutan sana seorang cewek-cewek seperti kalian, apa kalian tidak takut ada srigala dan harimau, mao-mao
Popy : asalkan srigala dan harimaunya cakep-cakep, don’t worry
Angel : eh emangnya kamu mau jadi pacarnya harimau?
Putri salju : kalau memang begitu, biar popy dan angel ada disini, kan saya sudah ditemani pengawal yang tangguh
Pergilah putri salju ke hutan belantara, …setelah jauh berjalan(BERHENTI BERHARAP”SO7”)
Putri salju : pengawal… sudah jauh kita berjalan tapi kita belum menemukan jamur …nah, itu jamur yang kita cari
(putri kemudian mengambil jamur, tetapi pengawal mencoba menikam putri dari belakang)
Putri salju : ah!!! Apa yang kau lakukan
Pengawal : maaf… maaf putri, saya disuruh Ratu membunuh putri. Ratu iri terhadap kecantikanmu, cepat lari dia akan membunuhmu. Jangan pernah kembali!
(putri salju pun berlari jauh meninggalkan pengawal. Ia masuk ke dalam hutan. Lalu putri salju duduk di bawah pohon)
Putri salju : Tuhan… tolonglah hambamu Tuhan(TUHAN “GIGI”)
Tiba-tiba cahaya terang dari salah satu sudut dan semakin mendekat ke arah putri salju. Ternyata dia adalah… peri gosip.
… betapa perihnya digosipin…
Peri gosip : hai gadis cantik!
Putri salju : si… siapa kamu?
Peri gosip : jangan takut, aku adalah peri hutan ini. Kamu siapa dan mengapa kamu berada disini?
Putri salju : aku putri salju, em…
Peri gosip : putri salju? Apa kamu putri salju yang gosipnya akan dibunuh ibu tirinya itu ya?
Putri salju : lho peri kok tahu sih?
Peri gosip : di dunia saya, gosip ini adalah gosip terhangat minggu ini. Tapi kamu jangan khawatir, Disini tinggal 7 kurcaci. Mereka adalah orang yang sakti dan sangat baik hati. Jadi kamu pasti merasa nyaman tinggal disana.
Putri salju : tapi… bisakah peri mengantarkan aku ke rumah kurcaci itu?
Peri gosip : baiklah akan aku antarkan, …aduh, sudah waktunya saya nggosip nih
Putri salju : nggosip apa peri?
Peri gosip : itu loh, di peri gosip
Putri salju : lalu dimana rumah kurcaci itu?
Peri gosip : dari sini, langsung belok kiri, nanti disitu ada pohon besar, nah disitu rumahnya. Sudah ya, nanti saya terlambat
Putri salju : terima kasih peri

Dihutan
Putri salju : mungkin rumah putri salju yang dikatakan peri gosip itu adalah ini. Tok…. Tok…. Tok…., kurasa tidak ada siapa siapa di rumah ini (sambil membuka pintu). Rumah ini kotor sekali, banyak debu dimana – mana, itu ada sapu tetapi mereka tuidak pernah menyapu, lh….. ada sarang laba – laba, lebih baik aku bersihkan agar menjadi kejutan kalau mereka datang, mungkin dengan begitu mungkin aku boleh tinggal disini. [berrsih – bersih lagu fullhouse]. (putri salju berjalan ke kamar) ini kamar siapa yach. Hah ada 7 ranjang beserta namanya Dopey, Doc, Sneezy, Sleepy, Happy, Grumpy, Basful. Ouahhh, aku mengantuk. Seperrtinya ranjang ini nyaman untuk tempat tidurku
(sementara itu para kurcaci sedang menambang di bukit permata)
Kurcaci bekerja di hutan(MARS SLANKER”SLANK”)
Doc : La….lala…..lala….
6 kurcaci : (menirukan suara Doc) La….lala…..lala….
Doc : memilih permata – palu
Dopey : mengangkut permata – gerobak sorong
Sleepy : —————————
Grumpy : —————————
Sneezy : mencungkil permata – linggis
Happy : —————————
Basful : —————————
Tiba – tiba alarm berbunyi dan mereka harus pulang ke rumah (dengan berbaris)
Doc : waktunya pulang. My Home………
6 kurcaci : Mmy Home…..
Doc : stop…! (6 kurcaci saling bertubrukan)
Sneezy : mengapa kita berhenti
Doc : lihatlah lampu kita menyala
Sleepy : jangan – jangan ada hantu
Happy : ih …hantu serem sekali …
Grumpy : itu bukan hantu, pasti ada yang mau berniat jahat sama kita
Basful : lebih baik kita diam – diam dan menyelinap masuk
Doc : ayo masuk dan ikuti aku. Ayo menyebar dan periksa di setiap tempat (menyebar dan bergandengan) Happy dan Sneezy, Doc dan Grumpy, Sleepy dan Basful, Dopey. [lagu mission impossible]
Basful : hai Sleepy lantainya bersih
Sleepy : ya, lantai ini telah disapu
Happy : Hmmm bunyaganya harum (menyodorkan ke Sneezy
Sneezy : Eh, jangan aku kan alergi, Haa……jim
Grumpy : hei lihat pring – piringnya hilang
Doc : tidak, semua piringnya ada di lemari
Dopey : hmmm, bau masakan, jadi lapar
Grumpy : jangan disentuh, itu ramuan sihir
Kemudian ada suara (Dopey menutup pintu)
(6 kurcaci bersembunyi)
Dopey : I….kik…kik…kik (6 kurcaci mengarah ke Dopey)
Sneezy : oh ternyata Dopey
Doc : eh… satu tempat yang belum kita cari adalah …..
6 kurcaci : Kamar kita …
Happy : Tapi harus ada yang melihat dulu ke sana (Semua mata kurcaci memandang Dopey)
Dopey : haruskah aku, akukan penakut
Sleepy : tenang saja kami dibelakangmu (6 kurcaci mendorong Dopey, kemudian Dopey pun melangkah ke atas)
Dopey : (Putri salju menggeliat). Ah ………(ketakutan sambil berlari)
Basful : ada apa Dopey, sepertinya kamu ketakutan
Dopey : ada monster tidur di ranjang kita
Grumpy : ayo bunuh dia sebelum dia terbangun! (7 kurcaci berjalan ke kamar mereka)
Doc membuka selimut, sementara itu 6 kurcaci lainnya siap untuk memukul putri. Saat putri salju menggeliat 7 kurcaci itu bersembunyi di bawah ranjang mereka
Putri salju : (terbangun) kapan kurcaci itu dating
7 kurcaci : Tung…. Tung…. Tung…. Tung…. Tung…. Tung…. Tung….
Putri salju : Oh rupanya kalian, apa kabar
7 kurcaci : diam
Putri salju : hei, aku bilang apa kabar!
Grumpy : apa kabar apanya
Putri salju : rupanya kalian bisa bucara, coba aku tebak nama kalian poasti kamu Doc si pemalu, Basful, si tukang tidur Sleepy, (menguap), dan si ceria Happy, pasti kamu Sneezy (Sneezy bersin) dan ukh… pasti kamu Grumpy si pemarah
Sneezy : sebenarnya kamu siapa?
Putri salju : kenalkan aku putri salju, putri Raja
Happy : suatu kehormatan bagi kami putri
Sleepy : bagaimana caranya putri salju bisa sampai di sini
Putri salju : begini saya mau dibunuh oleh Ratu, Ratu iri terhadap kecantikanku
Grumpy : pasti Ratu itu punya ilmu sihir
Sneezy : iya, pasti ia dfapat menemukan kita disini
Sleepy : jangan – jangan dia makluk yang tak terlihat, mungkin ia ada di sekitar kita (Basful buka kerudung Happy
Happy : enak saja kamu buka kerudungku, Ratu tak mungkin ada di kerudung saya
Putri salju : bagaimana apa saya boleh tinggal di sini
Grumpy : enak saja emangnya ini tempat penampungan apa
Basfull : jangan begitu Grumpy kan kasihan putri salju
Putri Salju : lalu…. kalian mau tidur dimana
Doc : tenang putri kita bisa tidur dimana – mana, di… di… di…
Grumpy : di kandang sapi
Dopey : tidak putri kita bisa tidur di sofa
Sementara di kerajaan
Pengawal : ini jantung putri salju
Ratu : (menerima kotak emas) bagus! Wahai TV ajaibku siapakah wanita yang tercantik di seluruh negeri ini
TV ajaib : di 7 bukit permata, di 7 buah air terjun, di rumah 7 kurcaci ada seorang wanita yang lebih cantik dari ratu
Ratu : siapa lagi? Putri salju? Dia kan sudah meninggal. Dan ini jantungnya!
TV ajaib : kata siapa putri salju meningal, sebenarnya itu adalah jantung seekor binatang
Ratu : apa!!! Jadi kau telah berbohong padaku, kau telah menghianatiku. Mulai detik ini saya tidak mau melihat tampang kamu lagi, cepat pergi!!!
Pengawal : baiklah ratu, jika itu keinginan ratu, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi ingat ratu, suatu saat nanti anda akan menerima balasannya.
(ratu kebingungan dan segera menelephone pipiyot)
Ratu : pipiyot!!!
Penyihir : aduh … ada apa sih, kok rame banget.
Ratu : pokoknya sekarang aku membutuhkan pertolonganmu segera!
Penyihir : iya iya ratu, sabar! Memang … ratu ada dimana sekarang?
Ratu : ada dibelakangmu tau!!!
Penyihir : aduh maaf ratu saya tidak tahu!
Ratu : maaf … maaf!
Penyihir : memang ada masalah apa ratu?
Ratu : putri salju belum meninggal, malahan dia masih sehat wal’afiat, dasar pengawal botol semuanya!
Penyihir : what is botol my princess?
Ratu : ketinggalan jaman banget sih kamu. Botol itu bodoh dan tolol.
Penyihir : Ooo… begitu ya?
Ratu : menurut tv ajaibku, putri salju tinggal di sebuah gubuk kurcaci yang sakti, lalu bagaimana aku bisa membunuhnya?
Penyihir : … dengan menyamar.
Ratu : memangnya kamu bisa menyihir aku.
Penyihir : pipiyot kok dilawan, ya tentu bisa dong, … terameragora tera … tera …
Ratu : kok lama banget sih. Kenapa ada masalah?
Penyihir : sebentar ratu, saya lupa mantranya.
Ratu : dasar penyihir pikun.
Penyihir : nah ini dia contekannya. Terameragora teraperotmerot terorejing.
Nenek : wow it’s wonderful. Ternyata kamu hebat juga ya.
Penyihir : ya iya dongs, gini-gini kan lulusan STIH
Nenek : apaan tuh STIH?
Penyihir : itu tu sekolah tinggi ilmu hitam.
Nenek : ooo… begitu ya! Lantas, dengan apa aku bisa membunuh putri salju?
Penyihir : sepertinya aku punya ramuan ajaib, tapi dimana ya bukunya.
Nenek : aduh, kamu pelupa banget sih, aku bantu mencarinya ya…?
Nenek : bagaimana ini sih!!! Buku itu sudah kita cari kemana-mana, tapi tetap tidak ada. Sampai ke penjuru dunia pun, buku itu tak akan ditemukan. Memangnya kapan terakhir kamu baca?
Penyihir : em … tadi pagi
Nenek : tadi pagi? aduh … lalu … buku yang kamu pegang?
Penyihir : oh iya, aku lupa … ini buku yang kita cari.
Nenek : dasar! Ayo kita mulai saja membuat ramuannya.
Penyihir : em… halaman 2489, bahan-bahannya…, henot lunot cepat bawakan bahan-bahannya.
Henot : ini bahan-bahan yang anda perlukan.
Penyihir : terima kasih. Em… tolong sekalian beresin buku-buku itu ya!
Nenek : baiklah, ayo kita masukkan bahan-bahannya.
Penyihir : yang pertama, …masukkan gigi capung!
Nenek : gigi capung? Memangnya capung punya gigi apa?
Penyihir : em … aku juga ga tau. Terus …bahan yang kedua adalah … ekor semut!
Nenek : semut punya ekor? Gimana bisa liat ekornya, badannya aja imut kayak gitu!
Penyihir : Tau!!! Dan yang terakhir adalah … bulu ikan!
Nenek : bulu ikan? … memangnya ikan punya bulu apa? Mbok ya kalau buat resep tuh yang masuk akal dong! Yang gigi capung lah, ekor semut lah, apalagi bulu ikan. Apa ga ada resep lain? Terjamin ga kebenarannya?
Penyihir : saya disini tugasnya cuman baca doang, kalau mau marah-marah, salahin tuh yang buat skenario… Disini juga tertulis bahwa ramuan ini terjamin 100%, apalagi ada garansinya 3 tahun, ji ro lu!
Nenek : hebat banget ada garansinya! ya udah deh terusin pekerjaannya.
Lunot : permisi, kami sudah selesai.
Penyihir : tolong bantu ratu ya!
Henot : baik.
Penyihir : Ini adalah bahan yang tepat untuk membunuh putri salju. Dengan cairan tikus berformalin ini, darahnya akan langsung membeku. Dengan campuran senyawa CxHy + HCL, nafasnya akan langsung terhenti.
Lunot : sudah selesai?
Nenek : belum
Penyihir : ya, kita belum melakukan ritual. Ayo ikuti gerakanku.
( berputar ) gotri ala gotri nogo sari 2x.
Dduuaarr …!!! (terpental)
Penyihir : Dan sari-sarinya dimasukkan ke dalam apel merah ini. Dengan satu gigitan saja, putri salju akan mati selamanya.
Nenek : jadi, sudah selesai?
Penyihir : belum, tinggal 1 bahan lagi, yaitu larutan X, yaitu percampuran antara kilatan petir dan jeritan kematian.
Nenek : mana lihat, … henot lunot, cepat ambil larutan X, yang ada di lemari no 2 dari barat, di laci nomer 1011, kunci no 84211, dengan nomer pin 11-10-9-8-4-2-X-X-X.
Lunot : bisa diulang?
Nenek : ga bisa ini siaran langsung tau, cepat ambil sana.
Henot : hey, ini pasti larutannya.
Lunot : darimana kamu tahu kalau itu larutannya?
Henot : menurut pak sutradara sih, ini benar-benar larutan X
Lunot : rasanya enak ga sih? Aku coba ya? em.. yummy, enak! Tapi … ini rasa apa ya?
Henot : larutan ini teh susu!
Lunot : mana tehnya?
Henot : ini teh susu!
Lunot : mana tehnya?
Henot : kamu kok ga mudeng-mudeng sih. …. ratu… ratu…. ini teh susu kan!
Lunot : enggak ratu, ga ada tehnya.
Penyihir : udah-udah, bisa bisanya kalian niru iklan. Baiklah kita campurkan ramuan ini ke dalam apel.
Nenek : kenapa?
Penyihir : larutannya kok sedikit, padahal kemarin masih banyak.
Lunot : heigh
Nenek : jadi, kalian yang telah menghabiskan larutan X ini ya?
Henot : maafkan kami ratu, habis enak sih.
Penyihir : tap..tapi…, jika larutan itu dipakai tanpa ada campuran lain, efek sampingnya akan bekerja.
Nenek : efek samping?
Penyihir : iya, bisa-bisa kalian berubah menjadi moluska..
Lunot&henot : ha ….
Nenek : sudah selesai kan?
Penyihir : yup.
Nenek : akhirnya, dengan kekuatan bulan akan menghukummu. Eh.. salah-salah. Akhirnya dengan kekuatan apel ini aku akan menjadi wanita tercantik dan terkaya di negeri ini. Ha ha ha ha. Ya udah deh, aku mau pergi ke rumah putri salju dulu.
Penyihir : oh iya iya silahkan … eh tunggu sebentar, ini ada yang ketinggalan.
Nenek : peta? Buat apa?
Penyihir : dimana-mana peta itu ya sebagai penunjuk jalan.
Nenek : nggak perlu lagi, sekarang jamannya semakin canggih, pake citra satelit dong, ketinggalan jaman banget sih. Nih petanya. Udah ya, aku mau pergi ke rumah putri salju dulu, taxi-taxi.
Penyihir : ke hutan naik taxi? Dasar nenek yang aneh.
Sementara itu di rumah para kurcaci ( saat akan berangkat mereka diberi bekal oleh putri salju Dopey, Doc, Sneezy, Sleepy, Happy, Grumpy, Basful, Dopey
Putri salju : Dopey lagi ….Dopey lagi, kamu mau bawa bekal berapa?
Dopey : hi…. hi…. hi…. hi….
Saat melambaikan tangan pada putri salju dopey tidak melihat jalan, lalu dia menabrak pohon)
———————————-ketika sedang bekerja——————————————————————-
Sneezy : Happy kenapa perasaanku tidak enak?(semua bicara tapi nggak sama – sama)
Sneezy : sebaiknya kita pulang saja yuk
Mereka bergegas pulang
(lalu sesampainya di rumah)
Scene tertidurnya Putri salju
Sleepy : Putri kenapa ….lihat putri pingsan
Grumpy : putri tidak pingsan tapi meninggal nafasnya terhenti
Happy : mungkin putri salju telah diracuni ratu luisa
Basful : tunggu saya punya teman yang sakti, namanya …………..
6 kurcaci : Mbah Sentot….
Basful : kok tahu sih
Doc : ya tahu donk kita GTL. Bentar ya aku telfon dia dulu
Hp : maaf nomor yang anda hubungi sedang dijumlah atau berada diluar jangkauan
Doc : hei bagaimana ini, mbah sentotnya lagi kebelet
Dopey : aku punya kenalan
6 kurcaci : siapa
Dopey : itu …tu mbah dukun bang bang tut
Tunggu ya aku panggil dulu
6 kurcaci : oke deh bos
Dopey : hallo. Apakah ini betul mbah dukun Bang – bang tut
Bangkit : ya benar tapi nama saya mbah dukun bangkit, bukan mbah dukun Bang – bang tut
Dopey : aduh itu nggak penting deh. Kami butuh bantuan Mbah sekarang juga
(Beberapa lama kemudian Dopey kembali dengan mbah dukun)
______________________________________________________________________________________
Scene dihutan
(saat pemburu mencari buruannya tiba – tiba)
Pangeran : hei, hati – hati kalau memanah
Ru : maaf kukira kalian rusa
Kai : kau siapa
Ru : namaku Ru, orang – orang di desa memanggilku pemburu. Lalu siapa kalian
Kai + pangeran : kami adalah pemburu dari Greenwood
Ru : oh begitu ya
Kai : ngomong – ngomong di sini ko’ nggak ada binatang buruan ya
Ru : ya, hari ini aku masih belum dapat apa – apa
Pangeran : hari sudah semakin sore. Apa kau tahu dimana hotel di sekitar sini
Ru : kalau hotel, hotel mana yang ada di sekitar sini?! Kalau tempat peristirahatan, mungkin kalian dapat beristirahat di pondok kurcaci
Kai : dimana itu
Ru : dari sini lurus saja, kalau kalian sampai kuburan belok kiri disitulah pondok kurcaci
Pangeran : kamu tidak ikut
Ru : maaf aku harus mencari binatang buruan
Menuju rumah Kurcaci
Pangeran : (setelah melihat(TERPESONA”GLEEN”) putri pangeran lalu menyentuh putri)
Putri salju : (langsung sadar (YOU LOOK AT ME”CRISTIAN BAUTISTA”), kemudian berkata) siapa kau?
Pangeran :lagu NALURI LELAKI”SAMSONS”(2 BARIS)
Kai : pangeran inilah yang menolong putri dari tidur suri
Putri salju : apa benar kurcaci
Kurcaci : benar putri
Pangeran : putri maukah kau menjadi permaisuriku
Putri salju : pangeran ini ko’ terburu – buru apa nanti tidak menyesal
Pangeran : kenapa harus menyesal aku tulus mencintai putri sejak pertama kali bertemu
Putri salju : apa pangeran benar – benar mencintai saya
Pangeran : apa putri perlu bukti, belah dadaku
Putri salju : kalau dada pangeran dibelah aku merried sama siapa?
Pangeran : apa putri, berarti putri setuju. Baiklah besok kita menikah ya putri. Yes…yes…yes!

Menuju kerajaan I
Pengawal : emmm, sepertinya aku mengenal gadis itu, siapa ya…? mmm oh ya ….dia….”PUTRI…”
(berlari mengejar putri) Lho putrinya mana ya…..?!
Pangeran : hei kau kelewat
Pengawal : oh, Putri
Putri : dia adalah pengawal ayah Handaku pangeran
Pengawal : tapi itu dulu putri, sekarang hmba….
Putri : kamu sudah menjadi komandan
Pengawal : komandan, tidak Putri mungkin itu hanya mimpi indah bagi hamba
Maaf Pangeran apa kita bisa bicara sebentar
Pangeran : baiklah kalau itu penting, tapi ada apa
Pengawal : begini, saya mau memberitahu 1 hal yang membunuh Raja philip adalah Ratu Luisa
Pangeran : Apa! Jangan bercanda kau
Memangnya kau ini berbicara dengan siapa?
Pengawal : hamba tidak bercanda pangeran, memangnya hamba berani berbohong pada pangeran
Pangeran : baiklah kalau begitu, sekarang ikutlah denganku

Menuju Kerajaan II
Pengawal : aduh kalau jalan yang benar donk
Ru : siapa sih LOE! Oh kau siapa sih sebenarnya kamu
Kai : dia adalah pangeran dari kerajaan Greenwood dan saya adalah Kai penasehat pangeran
Ru : maafkan hamba baginda hamba tidak tahu
Pangeran : sudahlah, … berdirilah
Ru : terima kasih pangeran
Pangeran : karena kau telah membantuku ikutlah bersamaku menjadi pemburu kerajaan.
Ru : oh benarkah itu, terima kasih pangeran
Sementara di kerajaan
Pangeran : ratu, bolehkah aku meminang putri salju?
Ratu : apa? Meminang putriku?
Pangeran : memangnya apa salah saya ratu?
Ratu : memangnya kau bawa apa?
Pangeran : saya cuma bawa … cinta. Tunggu-tunggu, ratu ini kan yang membunuh ayahmu dan berita ini telah disampaikan oleh pengawalmu.
Ratu : tidak… itu tidak benar… itu fitnah
Putri salju : apa benar itu bunda?
Ratu : tidak… tidak
Pangeran : pengawal cepat jebloskan dia ke penjara
Ratu : tunggu (bersiul)
(mereka pun bertarung, lagunya sherina “JAGOAN”+BRIDGE “DANGDUT IS THE …” PROJECT POP
Ratu :wah ternyata enak juga ya berdamai itu
Akhirnya , putri salju dan pangeran hidup bahagia selamanya………….(ENDING:SALAM BAGI SAHABAT “ALBERT AFI J + GLEEN)

Wkwkwk. Cerita yang aneh. Wajar aja kalo pertama kali gue nyetel nih pilem, CDnya langsung nyandetnyandet dan gue buang ke kali. Tapi setelah hampir lima taun lamanya, gue jadi pengen liat lagi. Kangen tementemen😀

Btw. Siapa yang tau, gue berperan sebagai apa di dalem cerita ini hayoo .. yang bener tebakannya nanti gue kasih hadiah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s