Daging Kurban

Idul Adha kemarin adalah hari daging sedunia. Yang jarang makan daging jadi makan daging. Yang ga pernah makan daging jadi makan daging. Yang ga dapet jatah daging, jadi makan dagingnya sendiri. Semua orang makan daging.

Gue juga. Papa yang jadi panitia, dapet tiga bungkus daging sekaligus dari mesjid. Mama yang selalu masak tempe-tempe-dan tempe aja, sekarang ganti menu lain yaitu masak daging dikecapin. Gue, eming, dan jana jadi gendut mendadak karena makan daging.

Di rumah jadi banyak daging. Apalagi papa bawa pulang lagi daging-daging sisa yang belum sempet dikasihkan ke orangorang, dibawa pulang, ditampung di rumah dulu. Daripada nanti dimakan tikus disana. Jadilah rumah gue tempat penampungan daging hewan kurban.

Yang itu dipisahin. Dua bungkus daging sapi buat pak kasun, kata papa.

Mama ngeliat gue dan jana bergantian. Gantian, gue juga ngeliatin mama dan jana. Jana juga ngeliat gue dan mama bergantian. Kami bertiga liat-liatan.

Bagaimana cara membedakan daging kambing dan daging sapi?

Sumprit. Mama ga ngerti. Jana juga. Gue apalagi. Cewekcewek di keluarga kami ga tau gimana caranya ngebedain daging kambing dan daging sapi.

Katanya dicium baunya udah bisa tau. Emang sih sapi lebih sering mandi ketimbang kambing. Jelas baunya si kambing lebih sedaaaap daripada si sapi. Tapi ketika kulitnya hilang, tinggal dagingnya doang, kenyataannya, baunya sama alias tidak berbeda.

Katanya diliat dari warna dagingnya. Kalo lebih pucet, itu daging kambing. Tapi karena kambingnya udah dibedakin duluan, jadi warnanya ga keliyatan pucet. Ga bisa dibedain dari warna dagingnya.

Katanya diliat dari seratnya. Ketika mateng dan gue makan semua satu panci penggorengan penuh untuk membuktikan bagaimana perbedaan seratnya, tetep. Ga bisa dibedain. Seratnya sama, berasa kecap manis.

Teorema mama adalah : membedakan daging kambing dan daging sapi dilihat dari potongannya, kalo potongannya besar itu berarti daging sapi, kalo kecil itu berarti daging kambing.

Teorema terpatahkan. Karena ambil satu contoh … daging ayam utuh yang dibandingkan dengan daging manusia hasil mutilasi dengan ukuran lima milimeter. Gedean manusia kan, tapi daging manusia potongannya lebih kecil karena dimutilasi pake mesin selep kelapa.

Lalu bagaimana cara membedakan daging kambing dan daging sapi?

Setelah gue gugling ternyata ya begitu itu jawabannya, standart.

Cara Membedakan Daging
Akhir-akhir ini sering diberitakan penjual daging yang tidak jujur, dengan membohongi pembeli tentang daging yang dijual. Berikut kami sajikan beberapa ciri-ciri dari daging sapi, kerbau, dan kambing dalam kondisi segar.
1. Daging Sapi
Ciri-cirinya: berwarna merah pucat, seratnya halus dan ada sedikit lemak yang berwarna kuning. Selain itu, daging sapi bertekstur keras, tapi tidak kaku.
2. Daging Kerbau
Ciri-cirinya: berwarna merah tua, dagingya liat, serat ototnya kasar, dan lemaknya berwarna putih.
3. Daging Kambing
Ciri-cirinya: seratnya halus dan lembut, berwarna merah muda serta mempunyai lemak yang keras dan kenyal dengan warna putih kekuningan. Ciri khasnya adalah baunya dan kalau daging dikuliti selalu terdapat buulu yang melekat pada lapisan di bawah bulu.

#menurut klubnova.tabloidnova.com

Rasional. Tapi ga ngefek.
Gue nemu juga cara yang lebih efektif, menurut edukasi.kompasiana.com

Mumpung lagi musim daging kambing dan daging sapi, aku mau bagi-bagi tips, yaitu CARA MEMBEDAKAN DAGING KAMBING DENGAN DAGING SAPI.

Sulit membedakan keduanya selalu jadi keluhan ibu-ibu, anak-anak, atau manusia jenis apapun yang enggan daging kambing, sedang daging yang dibagi selalu dicampur. Jika diharuskan untuk mencium baunya, heemmm.. aku rasa banyak yang tak mau. Sedang sang suami, terkadang tak mau menuruti apa mau si istri, karena pikirnya daging sapi dan daging kambing itu sama saja, dan istri hanya bisa cemberut, mengeluh dalam hati, hingga mogok makan (keterangan ini berlaku pada siapa saja, tidak hanya pada seorang istri, he…).

Nah, dengan fenomena alam yang tak terhindarkan ini, aku hendak berbagi tips mudah cara membedakannya tanpa harus mencium baunya. Berikut cara-caranya:

Pertama, siapkan beberapa kumpulan daging kambing dan daging sapi yang tercampur. Mengapa demikian? Karena kalau daging kambing dan daging sapi sudah dibedakan atau tidak tercampur, tips ini tidak akan bermanfaat, betul tidak?hehe..

Kedua, siapkan dua tempat yang berbeda, misalnya tempat yang berwarna merah untuk daging kambing, dan warna biru untuk daging sapi. Mengapa demikian? Ini untuk memudahkan kerja selanjutnya, maksudnya: jika nanti sudah diketemukan daging kambing atau daging sapi, segera letakkan di tempat yang sudah ditentukan (agar tidak tercampur lagi). Kalau ketemu daging kambing, taruh ditempat warna merah, kalau ketemu daging sapi, taruh ditempat warna biru.haha..

Ketiga, ambil satu daging, kemudian letakkan daging itu pada pipi suami atau pada siapa saja yang punya ciri-ciri bawel setengah mati,he..). Jika sang suami atau sang korban berteriak “mbeeeeek…” itu menunjukkan daging yang Anda pegang adalah daging kambing. Segera letakkan daging tersebut pada tempat warna merah. Namun demikian, jika berteriak “ngooook…” itu menunjukkan daging sapi, segera letakkan pada tempat warna biru. Begitu seterusnya sampai daging kambing dan sapi mulai terpisahkan.
Semoga bermanfaat.

Ga rasional. Tapi ngefek .Pinter bener yang nulis tips diatas.

2 thoughts on “Daging Kurban

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s