UFO Soang

Tepat pukul 18.10 hari Minggu tanggal 11 September 2011 terdapat sebuah benda bercahaya terbang menari-nari di atas bumi Lumajang. Gue pikir itu adalah sinar dari pesawat terbang yang mau mendarat. Tapi gue bingung karena Lumajang ga punya landasan terbang, jadi itu benda apa ya?

Di sebelah selatan rumah gue dengan jurusan tiga angka 150 derajat dari utara, gue ngeliat penampakan sebuah UFO!

Berdiri dengan ketakutan melihat langit, untung ga sampe kencing di celana, gue telah membuktikan diri sebagai saksi mata yang melihat UFO secara langsung. UFO itu melayang-layang naik-turun dan lama sekali tampak oleh penglihatan manusia. Gue segera manggil-manggil adek gue, Janaaaaa!

Adek gue juga bisa melihatnya, awalnya gue pikir gue aja yang bisa ngeliat. Kami berdua pun tertegun setengah ngiler sambil menahan kantuk ngeliatin UFO yang ga beranjak menghilang. Mama yang ada di dalem rumah, juga heran melihat kelakuan anak-anaknya yang terlihat seperti orang gila mengemis di rumah sendiri.

Mama = Duile anakkuuuu. Itu cuma layangan soang.
Gue dan jana bertatapan .. dahi .. sakiit. Ga tau apa itu layangan soang. Apalagi setelah gue cari di mbah gugel, ga ada yang pernah membahas layangan soang. Ketika gue ketik kata kunci di mbah gugel “definisi layangan soang”, yang muncul malah donlodtan lagu ..

alay anak layangan
nongkrong pinggir jalan sama teman-teman
biar kelihatan anak pergaulan
yang doyan kelayapan
alay gaya kayak artis, sok selebritis
norak-norak abis
dilihatnya najis aduh begitu narsis
alay jangan lebay plis
reff:
alay kalo ngomong lebay
dasar anak jablai, dilihatnya jijay
alay orang bilang anak layangan
kampungan gayanya sok-sokan
(sedikit share lagu alay yang sering muncul di perempatan jalan. biar lu bisa apal)

Gue = Mama sotoy ah. Apa itu layangan soang?
Mama= Heh? Kamu ga ngerti a? Wooo. Ndesone. Ckckck.
Gue (melihat mama seperti melihat anak desa yang mengaku sok kota)= Darimana mama tau kalo itu layangan soang?
Mama= Karena mama tadi nguping pembicaraannya abang tukang bakso.

Begini ceritanya .. si mama yang lagi nyiram-nyiram halaman rumah mendadak risih dengan gerobak bakso yang di parkir tepat di depan rumah dan abang tukang baksonya menghilang tak bertanggung jawab meninggalkan gerobaknya disana. Sedikit emosi karena mau nyolong bakso ternyata dagangannya udah abis, tapi lumayan kalo gerobaknya ditimbang di pasar loak bisa untung banyak.

Si abang tukang bakso ternyata sedang mengobrol dengan tetangga depan rumah, seorang anak laki-laki kelas enam esde yang bernama sama dengan gue, aldi, nama panjangnya aldino, sedikit ada kemiripan dengan dinosaurus.

Abang tukang bakso= Le. Lek nggawe layangan iku sing gaul tah. Mosok nggawe layangan elek koyok ngene.
Aldino (mendelik)= Ngawue ae cak. Gaweanku apik yo. Iki lek tak tambahi karet, iso muni ngunu. Munine .. soang .. soang .. soang ..
(begitulah sejarah mengapa dinamakan layangan soang, karena ditambahi karet agar ketika tertiup angin karetnya berbunyi seperti kambing yang mau melahirkan tapi dioperasi sesar)
Abang tukang bakso= Ga jaman layangan soang iku. Saiki jamane layangan kelapkelip.
Aldino= Koyok opo iku cak?
Abang tukang bakso= Layangane dikei lampu le. Duduk lampu bohlam, tapi lampu sing murup biru-biru sing biasane digawe lampune trek iku loh.
Aldino= Oalah. Ngunu toh.
Abang tukang bakso= Pesen nang aku a le? Murah kok.
(ternyata si abang tukang bakso selain menawarkan pentol baksonya, juga menawarkan produk usahanya yaitu layangan kelapkelip)

Begitulah, kata mama.

Gue jadi curiga, kenapa mama nekat nguping pembicaraan si abang tukang bakso dan aldino, janganjangan mama mau investasi ke abang tukang bakso itu buat bikin layangan kelapkelip. Atau janganjangan mama mau bersaing jualan layangan. Oemji. Ayo ma, tak bantu promosi!

UFO yang gue liat itu bukanlah sebuah UFO yang membawa alien untuk mampir ke rumah gue, tapi ternyata hanya sebuah layangan yang dikasih lampu biar bisa menyala dalam gelap. Awesome. (Heh. Ndeso)

Kesimpulannya. Anak kota, seperti gue, ga ngerti layangan soang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s