Sebuah Fungsi dengan Relasi Cinta

Kalo menurut lu cinta adalah sesuatu yang abstrak. Menurut gue ga juga. Karena cinta bisa digambarkan dalam suatu pengandaian yang dapat dinalar oleh otak manusia. Ya. Cinta adalah sebuah fungsi.

Bagi lu lu yang udah lupa gimana rumitnya arti dari sebuah objek yang dikatakan sebagai fungsi. Sekarang biarkan gue njelasin apa itu fungsi.

Definisi fungsi.
Fungsi f dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu aturan yang memasangkan setiap anggota himpunan A dengan tepat satu anggota himpunan B. Dinotasikan dengan f: A -> B.

Fungsi disebut injektif (satu-satu), bila setiap anggota B yang mempunyai pasangan dengan anggota A, pasangannya tepat satu. Fungsi disebut surjektif (padha), bila setiap anggota himpunan B mempunyai pasangan. Fungsi dikatakan bijektif, bila memenuhi injektif sekaligus surjektif.

Nah. Sekarang setelah lu tau apa itu pengertian fungsi, maka gue akan nyeritain suatu cerita cinta yang berkaitan dengan fungsi.

Cerita pertama.
Temen gue bernama Sakti (bukan nama sebenarnya) sedang jatuh cinta pada seorang cewek alim yang pendiam bernama Ima (bukan nama sebenarnya). Dia cinta mati ama tuh cewek yang ngebuat dirinya sekarang kian lama kian menjadi seorang cowok yang baik dan normal (dulunya dia emang ga normal). Namun dia punya saingan, yaitu sahabatnya sendiri, Adi (bukan nama sebenarnya) yang juga naksir si Ima. Ada lagi cowok lain yang juga ngedeketin si Ima, yaitu Tino (enggak tau nih nama emang nama sebenernya ato bukan). Jadi ada tiga orang cowok yang lagi ngedeketin si ima, yaitu Sakti-Adi-Tino. Padahal eh padahal si Ima ini udah punya pacar yang ga mau disebutkan namanya dengan alasan privasi artis.

Sehingga penggambaran cerita cinta pertama ke dalam bentuk suatu fungsi adalah:

Pertanyaannya, efektif ga kalo lu punya cerita cinta kayak gini? Jelas ga efektif. Semua anggota yang berada di himpunan A bakal ngerasain yang namanya sakit hati. Udah bersaing dengan banyak lawan ditambah dengan patah hati. Hidup lu yang udah berantakan bakalan jadi berantakan lagi. Jadi tambah ga jelas.

Saran dari gue sih sebaiknya dibubarin aja tuh anggota-anggota di himpunan A. Hentikan segera rasa cinta yang mengalir ke arah himpunan B. Cewek masih banyak sob di luar sana. Jangan ganggu hubungan orang lain. Gue yakin lu pasti bisa dapet cewek yang lebih baik dari dia.

Cerita kedua.
Temen gue, Tama (bukan nama sebenarnya) menemukan cinta sejatinya ketika awal-awal duduk di bangku perkuliahan, yaitu Ita (bukan nama sebenarnya). Mereka pun melanjutkan hubungan yang serius (pacaran) tapi putus-nyambung. Karena sesuatu hal yang tidak dipublikasikan kini keduanya ga lagi pacaran, tapi masih tetep deket. Tama pun masih cinta setengah mati ama Ita. Ketika Tama ingin pergi menjauh dan menjalin hubungan dengan orang lain, Ita marah. Anehnya begitu Tama deket lagi dan pengen jadian, Ita lagi-lagi ga mau. Ita ga suka kalo Tama deket ama cewek lain, tapi menurut Ita, Ita gapapa deket ama cowok lain. Susah kan hubungan kayak gini?!

Gue akhirnya ga bisa memodelkan hubungan itu ke dalam sebuah fungsi matematika. Dikarenakan ketika gue menarik garis lurus dari himpunan A (Tama) ke himpunan B (Ita) dengan garis lurus yang tebel, ketika gue menarik garis lurus dari himpunan B (Ita) ke himpunan A (Tama) harusnya garisnya tetep tebel tapi kenyataannya enggak, garis itu malah putus-putus dan bengkok. Kesimpulannya, hubungan ini bukan sebuah fungsi.

Pendapat gue tentang hubungan cinta. Ya ibaratnya kalo lu lagi maen tarik tambang, lu dan temen lu bisa sama-sama saling berdiri karena sama-sama menarik tali. Sama seperti cinta, hubungan lu bakal langgeng jika satu sama lain masih tetap mencintai. Tapi jika lu ngelepas tali tambang itu, temen lu yang bakal jatuh ato sebaliknya jika temen lu yang ngelepasin tali tambang, lu yang bakal jatuh. Sama seperti cinta, kalo ada salah satu pihak yang mutusin hubungan, yang satu bakal jatuh terpuruk dan sakit hati. Lain lagi jika lu dan temen lu sepakat untuk ngelepasin tali tambang itu bebarengan, ga mungkin ada yang jatuh. Sama seperti cinta, kalo lu dan pacar lu bisa mengangkiri hubungan kalian dengan baik dan bijaksana, ga bakal ada yang patah hati ampe bunuh diri. Sedangkan jika lu suka-suka hati main tali tambang, dilepas-ditarik-dilepas-ditarik-dilepas-ditarik-dilepas-ditarik-dilepas-ditarik-dilepas-ditarik-dilepas-ditarik-dilepas-ditarik-dilepas-ditarik-dilepas-ditarik-dilepas-ditarik-dilepas-ditarik-dilepas-ditarik-dilepas-ditarik, temen lu bakal jatuh ke belakang dan jatuh ke depan berulang-ulang kali. Sama seperti cinta, ketika hubungan lu putus-nyambung, pacar lu yang ngerasain gimana rasanya patah hati untuk yang kesekian kalinya. Coba pikir kalo lu yang berada di posisi itu. Apa lu mau main tali tambang tapi lu yang selalu jatuh ke depan dan jatuh ke belakang berkali-kali?

Ketika lu main tali tambang dan menariknya sehingga temen lu terjerembab ke depan. Apa yang bisa disimpulkan untuk cinta? Ini berarti ketika lu mencintai seseorang dengan pemaksaan hingga akhirnya dia tunduk dan mencintaimu dengan paksa, dia bukan jadi pendamping hidup lu. Tapi sebagai budak yang lu punya. Jika lu menjalankan rencana ‘tali tambang ini’, gue yakin pasti dia bisa selalu dekat dengan lu, secara fisik. Namun hatinya? Gue ga yakin lu bisa memiliki hatinya.

Cerita ketiga.
Temen gue, Ika, meyakini diri bahwa dia akan mencintai seorang saja di dalam hidupnya, yaitu yang menjadi pacarnya saat ini. Tiba-tiba muncullah Satria di dalam kehidupannya, yang mulai dekat dengannya dan lambat laun mengisi posisi pacar di hatinya. Namun ia tak dapat memilih antara Satria atau pacarnya sendiri. Hingga kini ia masih menyimpan dua sosok nama itu di hatinya. Menurutnya, ia mampu membagi cintanya pada dua orang itu.

Hubungan ini dapat dimodelkan dalam bentuk model matematika, yaitu sebagai berikut :

Seperti yang udah gue jelaskan tadi, hubungan seperti ini dinamakan bukan fungsi. Padahal cinta itu adalah sebuah fungsi. Bisa dipastikan kalo lu ngejalanin hubungan seperti ini (hubungan yang ga sehat) lu akan berakhir dengan penderitaan. Bisa patah hati, stres, bunuh diri, atau hal-hal jelek yang lainnya. So tinggalkan hubungan yang seperti ini sebelum sesuatu yang yang tidak diinginkan terjadi pada lu.

Cinta memang sebuah fungsi yang kenyataannya tak semudah memodelkannya dalam matematika. Cinta yang baik adalah membentuk sebuah fungsi. Namun cinta yang benar adalah hubungan yang membentuk sebuah fungsi injektif, hubungan satu dan hanya satu dalam relasi cinta.

Maka dari itu gue ga mau dipoligami. Karena poligami bukanlah suatu fungsi dalam relasi cinta. Kesimpulannya poligami bukan gaya anak matematikawan seperti gue, lu, dan semuanya. Hidup monogami !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s