*Tekan

Disaat kantor sepi, aku membaringkannya di meja kerjaku. Membuka baju yang menutupi tubuhnya. Aku menyukai warna putihnya.

Ku raba tato di punggungnya. Dingin dan datar. Sedikit ada benjolan-benjolan kecil disana. Tak masalah. Aku tetap menganggapnya mulus.

Ku sentuh bagian vitalnya, ia meraung. Badannya panas. Wajahnya yang lesu mendadak terpancar cerah dan menyinariku dengan kehangatannya.

Ku masukkan sesuatu yang berwarna cokelat dan mempunyai ujung persegi panjang ke dalam salah satu lubangnya. Ia meraung-raung.

Aku menekan setiap inci dari tubuhnya.

Tekan. Tekan. Tekan. Tekan.
Tekan. Tekan. Tekan.
Tekan. Tekan.
Tekan.

Hanya dua bagian yang tidak bisa ditekan.
Huruf we dan angka sembilan dari keyboardnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s