*Perempuan dan Cinta

Hari senin pagi, ia datang dengan membawa sebentuk hati. Ia bertanya, “Apakah kau mencintaiku?”. Aku menggeleng. Selasa siangnya, ia datang lagi dan memberiku sebuah pelukan. Ia bertanya lagi, “Apakah kau mencintaiku?”. Aku menggeleng.

Rabu sore, ia mendaratkan sebuah kecupan di keningku. Ia bertanya, “Apakah kau mencintaiku?”. Aku menggeleng. Hari kamis siang, pipiku terasa panas oleh kecupannya. Ia bertanya, “Apakah kau mencintaiku?”. Lagi-lagi aku menggeleng.

Jum’at malam, bibirku yang beku dan dingin tiba-tiba terasa hangat ketika ia sentuh dengan bibirnya. Ia bertanya, “Apakah kau mencintaiku?”. Aku tetap menggeleng.

Pagi-pagi buta di hari sabtu, ia datang tanpa pakaian dan menggauliku sepanjang hari. Sore harinya ia bertanya, “Apakah kau mencintaiku?”. Dan aku menggeleng.

Perempuan itu hampir setiap hari datang padaku. Menawarkan cintanya yang tulus hanya untukku. Tapi aku selalu menolaknya.

Akhir minggu ia datang dengan membawa seorang perempuan lain. Ia bertanya, “Apakah kau mencintainya?”. Aku menggeleng.

“Aku mencintai laki-laki”, kataku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s