*Penantian

Pria itu tertunduk lesu dengan menghadap secangkir kopi yang ia teguk setengahnya, ketika aku meninggalkannya.

Lima tahun kemudian.

Pria itu masih duduk disana, di sebuah meja cafe paling barat. Dengan wajah sumringah ia menyambut kedatanganku. “Apakah kau berubah pikiran?”, tanyanya tanpa basa-basi. Aku bahkan belum sempat duduk.

“Aku .. aku tak bisa”.
Wajahnya mengkerut, “Sudah terlalu lama aku menantimu. Apakah ini jawaban yang pantas aku terima?”.

“Maaf aku tak bisa”.
Aku meninggalkannya lagi. Ia tertunduk lesu dengan menghadap secangkir kopi yang belum diteguknya sama sekali.

Delapan tahun kemudian.

Seorang pelayan cafe mendatangi meja di sudut paling barat, “Maaf, Bapak mau pesan apa lagi?”.

Setengah berbisik pelayan di sebelahnya bertanya, “Kau berbicara dengan siapa? Tak ada siapa-siapa disana”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s