*Karena Dia

Terbangun jam enam pagi oleh suara pertengkaran pria dan wanita dari tetangga sebelah. Tanpa sarapan, tanpa mandi, juga telat berangkat kerja.

Sesampainya di kantor, diomelin atasan gara-gara kerjaan tidak rapi. Menghabiskan makan siang dengan merokok di toilet. Melanjutkan kerja dengan rasa malas. Pulang sebelum jam kerja habis.

Dengan pakaian kerja yang masih melekat, pergi ke kafe untuk cuci mata. Dilanjutkan dugem sampai mabuk.

Pulang tengah malam. Tanpa ganti baju, tanpa mandi, langsung membaringkan diri di ranjang. Tertidur dengan pintu rumah yang masih terbuka.

Setiap hari selalu seperti itu.

Tapi tidak untuk hari ini. Sejak dia ada di meja depan berseberangan dengan meja kerjaku. Ku rasa aku harus mandi dan menjaga asupan makan. Lalu berangkat kerja lebih pagi. Menyelesaikan tugas dengan rajin dan baik. Memperbanyak lembur, pulang ke rumah tanpa mampir kemana-mana lagi. Sepertinya aku harus tidur lebih cepat agar bisa segera bertemu dengannya esok hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s