*Jangan Ganggu Kami

Tak ada yang pernah menyangka sebelumnya. Aku akan hidup normal seperti orang-orang kebanyakan.

Sekolah hingga perguruan tinggi. Menikah dengan pria yang ku cintai. Mempunyai kedua buah hati yang amat ku sayangi. Keluarga kami hidup bahagia dan sejahtera.

Tidak ada yang kurang. Semua terlihat begitu sempurna.

Hingga akhirnya rumah kami dimasuki tanpa ijin oleh sebuah keluarga lain. Dengan lancangnya mereka masuk dan mengubah tatanan perabotan rumah kami.

Aku menahan amarah suamiku agar tak meninju muka mereka dengan tangan besarnya. Anak-anakku menangis ketakutan.

Seorang pria berjenggot putih dengan sorban di kepalanya tiba-tiba datang dan menuju ke ruang tengah. Ia duduk bersila dan mulai merapalkan mantra.

Amarahku menjadi ketika ku cium bau kemenyan. Begitu juga suami dan anak-anakku.

“Jangan ganggu kami!”, aku menjerit.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s