*Hanya Satu

Semua wanita ingin menjadi seperti dirinya. Wanita itu punya segalanya yang bisa membuat wanita lain iri kepadanya. Wajah paruh baya yang memukau, harta yang melimpah ruah, dan jabatan tertinggi di perusahaan terbesar di ibukota.

Anak-anaknya sukses menjalani tantangan kehidupan. Anak sulungnya telah menjadi dokter spesialis dan memiliki hak kepemilikan tiga rumah sakit swasta. Anak bungsunya telah menjadi sarjana arsitek dengan IPK tertinggi di kampusnya, kini menetap di luar negeri untuk studi lanjutan. Wanita itu sukses mendidik anak-anaknya menjadi manusia-manusia yang pintar.

Di istananya yang besar, wanita itu selalu sendirian. Setiap hari bahkan hari libur tiba. Rumahnya sepi, hanya ada ia seorang.

Wajah paruh baya yang memukau, harta yang melimpah ruah, dan jabatan tertinggi di perusahaan terbesar di ibukota. Anak-anaknya yang tak pernah datang berkunjung, bahkan suaminya jarang pulang ke rumah. Meskipun begitu ia tetap menganggap kehidupannya begitu sempurna. Kecuali satu.

Hanya satu yang tak ia suka dari kehidupannya. Yaitu saat di depan cermin dan ia menemukan sebuah kerutan di bawah matanya. Ia takut menjadi tua.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s