Cerita Seorang Pendengar Sejati

Ku sadari. Aku adalah subset (himpunan bagian) dari grup, sub grup, ring, maupun sup ring. Aku mempunyai salah satu ciri dari definisinya. Definisi nomer satu. Aku tertutup, tertutup terhadap penjumlahan ataupun perkalian. Dan kau bisa membuktikannya.

Aku dekat dengan semua orang. Kadang kala mereka sering bercerita tentang kehidupan mereka kepadaku. Tentang keluarganya, teman-temannya, kisah cintanya, dan hal-hal pribadi lainnya. Seperti Dede yang selalu bercerita tentang kelinci dan kura-kura kesayangannya, Nini yang selalu bercerita tentang teman-teman kosannya, Hud yang bercerita tentang HMJ, Agus yang bercerita tentang perjalanan hidup dan beasiswa, Bayu yang selalu bercerita tentang hobi jalan-jalan dan kewirausahaannya, Tolifil yang bercerita bahwa ia lebih suka Naruto dan Doraemon daripada Aang The Legend of Avatar, sampai Yuan yang bercerita tentang politik dan kehidupan kuliahnya di Jogja.

Aku tak tahu apa yang menyebabkan mereka sering bercerita kepadaku? Mungkin karena aku adalah tipe pendengar dan mereka adalah tipe pembicara.

Aku tak akan menyela pembicaraanmu sampai kau menghabiskan seluruh ceritamu. Aku adalah pendengar sejati. Setiap kali kau bercerita tentangmu padaku, aku tak akan mengalihkan pandanganku padamu. Walaupun terkadang aku benar-benar tak mengerti maksud ucapanmu. Namun, dengan tatapan itu aku bisa meyakinkanmu bahwa aku sedang mengikuti alur ceritamu. Itu tidak selalu terjadi, kawan.

Setiap hari, setiap saat, aku benar-benar merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang pendengar sejati. Beribu kata-kata masuk melalui telingaku dan dicerna dalam kerja otakku. Sampai-sampai otak itu kelebihan muatan, sehingga mau tidak mau aku harus menghapus beberapa file dalam otakku atau aku harus mengeluarkannya lewat kata-kata kepada orang lain. Dan file-file yang harus aku keluarkan itu bukan file-file yang teman-teman ceritakan padaku, tetapi itu adalah file-file tentang diriku sendiri. Tentang aku dan kehidupanku.

Tetapi, menurut definisi diatas tadi, aku adalah orang yang tertutup. Aku tak bisa seenaknya menceritakan apa saja tentang kehidupanku kepada orang lain. Aku tipr pemilih. Hanya orang-orang tertentu yang benar-benar mengenalku luar-dalam. Dan aku yakin, kau bukan salah satunya.

Hal itu benar-benar mengangguku. Kadang kala aku ingin berbagi cerita denganmu, namun kau tak pernah berhenti menceritakan tentang kehidupanmu padaku. Sepertinya tak ada waktu luang untuk ku ceritakan hal-hal tentangku padamu. Apa karena kau bukan tipe pendengar dan aku bukan tipe pembicara, sehingga kau tak mau mendengar secuil pun cerita dariku?

Aku bosan. Jujur, aku sungguh bosan. Ketika kau butuh teman bercerita, aku selalu ada untukmu, aku ada disini untuk mendengarkan seluruh ceritamu. Namun, ketika aku membutuhkan teman bercerita, apakah kau ada untukku? Apakah kau ada disini untuk mendengarkan seluruh ceritaku?

Aku hanya punya Olil dan sebuah blog yang siap menampung semua cerita kehidupanku. Menampung segala keluh kesahku, menampung segala kekesalanku padamu. Dan aku harus merelakan otakku terisi penuh dengan file-file cerita tentangmu. Aku harus merelakan sebagian file cerita tentang diriku untuk ku hapus. Menuliskannya bersama Olil dan menerbitkannya lewat blog yang entah akan dibaca oleh siapa. Aku tak perduli kau mau membacanya atau tidak. Toh. Aku tidak memaksamu menyimpan file-file tentangku dalam otakmu. Namun, aku sangat mengharapkan agar kau sesekali mendengar sebait cerita tentang diriku.

Katakan. Apa sebenarnya arti diriku dalam kehidupanmu?

Hanya seorang pendengar sejati yang setia mendengarkan seluruh cerita tentang kehidupanmu.

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s