Sekali Lagi, Tentang Adnan

Fakta = Adnan adalah kakakku.

Andaikan Adnan ada, maka bisa ku bayangkan bagaimana sifatnya. Separuh jiwanya mungkin sama dengan Ayah. Pekerja kerasnya, kesabarannya, bahkan raut muka ketika menahan amarahnya akan terlihat seperti Ayah.

Dan aku yakin, ia akan suka bulutangkis. Sama seperti Ayah yang meluangkan waktunya dua kali dalam seminggu, pulang larut malam demi olahraga kegemarannya.

Aku tak membayangkan bagaimana jika ia tak suka pedas, seperti Ayah. Kami bertiga mungkin akan memakan makanan yang hambar tanpa sambal secuilpun.

Kau pasti akan naksir ketika melihat tampang abangku yang satu ini. karena ia benar-benar keren karena tampil apa adanya. Celana pendek, t-shirt,kacamata, seperti itulah aksesoris yang cocok untuknya. Benar-benar cocok.

Tetapi, aku adalah anak kedua yang dilahirkan pertama kali oleh ibuku. Aku tak punya kakak untuk dipeluk, aku tak punya kakak yang sangat usil mengacak-acak rambutku, dan aku tak punya kakak untuk diceritakan kepada semua orang.

Maka semua angan-anganku ini kontradiksi dengan fakta bahwa Adnan adalah kakakku.

Jadi, pengandaian salah. Ini berarti, … Adnan tidak ada.

***

One thought on “Sekali Lagi, Tentang Adnan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s