Tak Ada Bedanya

Hari ini, tepat jam satu nanti semua teman-teman akan berkumpul di rumah Faris. Bisa dibayangkan bagaimana suasananya. Yang pasti rame, seru, dan menyenangkan. Pasti. Dan pastinya Faris akan mengeluarkan semua makanan dari tokonya. Haha. Akan ku bawa setoples permen kesukaannku. Menyembunyikan dari kawan-kawan lain, memakannya sendiri sampai habis.

Aku sendiri tidak tahu, mau kemana kami hari ini. Yang ku ingat, terakhir kali kami berkumpul bersama-sama seperti itu ketika tanggal 23 September 2009 di rumah Lute. Pada saat itu kebetulan juga liburan hari raya sehingga rutinitas kami di setiap tahun adalah main ke rumah Lute. Meskipun rumahnya jauh, tetapi perjalanan kesana sangat menyenangkan. Saat itu, yang ikut berpetualang adalah Usman, Faris, Chist, Irma, Tewe, Lukman, Siti, Rido, aku, Agung, Heny, dan pastinya Lute sebagai tuan rumah. Liburan yang menyenangkan. Jalan-jalan dan menghabiskan jajan.

Ngomong-ngomong soal jajan, ada satu temanku yang sangat suka menghabiskan seluruh sajian yang terhidang, Cat-cat namanya. Kalau kau tau bagaimana cara makannya, pasti kau akan merasa kasihan dan kau langsung menyerahkan seluruh makananmu padanya. Dia sangat rakus. Tetapi yang aku suka darinya adalah dia selalu menghabiskan kue buatan ibu. Hehe.

Kali ini dia pulang. Setaun sekali ia pulang (sepertinya begitu, aku tak tau). Sebagai ketua pelaksana acara liburan kali ini, dia meng-sms-I seluruh orang se-Lumajang. Sama seperti yang lain, ia memintaku hadir. Haha. Apa aku bisa datang? dan menghabiskan seluruh makanan di rumah Faris?

Kalau teringat soal makanan, rakus, selalu saja teringat temanku si Cat-cat. Aku terus saja mengolok-oloknya, tentang kerakusannya. Taukah kamu, kini semua itu berimbas padaku. Di kelas, aku adalah tukang menghabiskan jajan. Aku tidak tau kenapa aku bisa seperti itu. apa karena karma sering mengejek Cat-cat? Apa karena efek samping seorang anak kos? Hehe.

Sampai terkenalnya aku, Rina sehabis pulang kampung selalu memberikan Wingko Babatnya padaku terlebih dahulu. Tiga bungkus. “Ini Al, nanti bagikan ke teman-teman lainnya”. aku sudah mengambil banyak, lima, dan makanan itu juga sudah muter ke seluruh kelas. Ujung-ujungnya selalu kembali padaku dengan isi yang masih banyak. Ya.. mau bagaimana lagi, aku simpan untuk makan di kosan nanti.

Ketika sehabis liburan hari raya juga seperti itu. masing-masing anak di kelas kami membawa jajan khas masing-masing. Begitu pula aku, aku membawa kripik pisang. Dan kau tau, hari itu merupakan hari penuh makanan. Kebetulan, aku membawa tas plastik besar. Aku dan Nini membungkus masing-masing makanan dan memasukkannya dalam tas plastik. Bisa menghemat uang saku agar tidak jajan di kantin. Ide yang sangat cemerlang. Namun, sepertinya teman-teman kehilangan selera makannya. Semua makanan masih saja tersisa dan selalu kembali ke aku. Mengapa harus aku? Apa karena aku terlalu kurus dan mereka kasihan padaku sehingga memberikan semua makanan padaku agar aku bisa bertambah gemuk? Haha.. boleh-boleh. Dan sekali lagi makanan-makanan itu pun masuk dalam tas plastikku. Makmur hidup ini.

Pada saat Rosi ulang tahun, ia membawa dua buah nampan penuh makanan. Seisi kelas pun memakannya. Roti-roti kecil (yang menurut temanku, harganya mahal). Saat masing-masing anak telah puas walau makan satu. Sepertinya aku dan Mita yang telah menghabiskan empat roti sekaligus. Hm.. mengapa kami tidak gendut juga?

Dan kembali ke rumah Faris. Kira-kira bagaimana ya suasananya nanti? Berapa orang yang datang? apakah mereka menyisakan beberapa permen untukku??

Hari ini, tepat jam satu nanti di Aula Fakultas akan diadakan pelantikan PH HMJ. Hud, bos bakmin 2010 telah pulang duluan ke Banyuwangi. Dan karena aku salah satu anak buahnya yang masih berada di Malang, maka ia memintaku untuk mewakilkannya di acara itu. memang sebaiknya tak usah diwakilkan dan datang sendiri ke acara itu, namun sepertinya Hud punya acara yang lebih penting disana. Atau mungkin ia belum siap dengan jabatan barunya? Mungkin saja begitu.

Hari ini, tepat jam 10.45, aku berada di kosan. Ditemani Olil menulis tentang hari ini, jum’at 29 Januari 2010. Kurang dua jam lebih 15 menit lagi, acara pelantikan dimulai. Membantu teman (kepentingan kelompok) mungkin sebuah alasan yang tepat dibandingkan untuk acara berkumpul nanti (kepentingan individu).

Toh, tak akan ada bedanya aku ada atau tidak di acara reuni itu.

Hmm… tak ada bedanya.

Namun, yang kusesali … ketika sms itu datang pagi ini. Tiba-tiba aku merindukan sosok salah satu sahabat lamaku. Sahabat yang hampir selama 12 tahun bersekolah di sekolah yang sama denganku. Sahabat yang mau ku repotkan, sahabat yang mau aku salahkan, sahabat yang baru ku sadari bahwa ia benar-benar sahabatku ia jauh dariku. Rido’. Aku merindukannya.

***

2 thoughts on “Tak Ada Bedanya

    • aldilalala berkata:

      iya. sebenarnya dari dulu memang ada bedanya, tapi biar aku ga sedih ampe nangis gulung-gulung sampe minta dibeliin balon karena ga ikut reunian itu, aku besar-besarin hati aja. bicara dalam hati bahwa ga akan ada bedanya aku ada ato tidak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s