Jadi Seperti Yang Ku Inginkan

Aku tak suka melihatmu seperti ini.

Sepatu kets kumal berbau tak sedap karena terlalu sering kau pakai dikala panas maupun hujan. Ku coba memakaikanmu sepatu hak tinggi yang tak kau sukai karena melukai betismu. Lihat! Catik bukan? Kalau kau mau aku akan membelikan segala macam sepatu hak tinggi berbagai merek agar kau terlihat cantik, jauh dari kesan kumal sepatu kets baumu itu.

Aku tak suka melihatmu seperti ini.

Celana kain pendek tak modis yang dipenuhi tambalan di sana-sini. Apa kau pikir celana lusuh itu akan membuatmu tampak lebih bagus? Tidak sama sekali. Bahkan jauh dari kesan rapi. Ku berikan kau rok lucu motif renda yang ku beli di luar negeri. Coba pakailah! Lihat! Kau terlihat feminim sekali. Jauh dari kesan tomboimu selama ini. Kau lebih cantik memakai rok yang seharusnya kau pakai setiap saat karena kodratmu sebagai perempuan. Tetapi kau terus saja mengeluh karena tak terbiasa memakainya. Aku harus memaksamu memakainya, meskipun kau tak suka. Karena aku menginginkan kau seperti ini.

Aku tak suka melihatmu seperti ini.

Kaos kebesaran dengan lengan baju terlipat. Kau pikir kau akan nampak hebat memakainya? Tidak. Kau nampak seperti sapu lidi yang tenggelam dalam kaos yang kebesaran. Mau kau apakan lengan baju yang terlipat itu? Apakah membuatmu semakin gaya? Tidak. Kau seperti hendak menantangku berkelahi. Kau seharusnya memakai baju seperti ini. Baju model kemeja yang menutupi seluruh tubuhmu yang sangat pantas kau kenakan. Lihat! Kau elegan sekali dengan pakaian itu karena terkesan modis jauh dari kesan urakan seperti kaos-kaos yang memenuhi lemari bajumu. Aku akan membongkar seluruh isi lemarimu dan memenuhi semua lemarimu dengan baju-baju dan rok-rok yang sangat sesuai dengan dirimu.

Aku tak suka melihatmu seperti ini.

Gelang-gelang murahan yang kau pakai di tangan sebelah kirimu. Untuk apa gelang kayu dan gelang plastik tanpa ada unsur seni itu selalu melekat di tubuh indahmu. Buat apa? Anting imitasi yang sudah karatan pun masih kau pakai. Kau bahkan tak punya kalung. Sini, ku pakaikan kau dengan semua perhiasan yang baru ku beli tadi pagi. Lihat! Cantik bukan? Arloji dengan butiran berlian menghiasi tanganmu. Bukan itu saja, jemarimu terlihat amat menawan dengan cincin permata dua puluh empat karat. Kalung mutiara itu sangat pas dengan leher jenjangmu. Membuatmu semakin mempesonaku. Bahkan anting-anting batu emerald hijau itu mampu mengalihkanku dari keindahan dunia. Kau sunggung mempesona.

Namun, aku tak suka melihatmu seperti ini.

Rambut pendek berantakan yang sepertinya tak pernah kau rawat. Kau lebih terlihat cantik jika memanjangkan rambutmu. Rambut adalah mahkota setiap wanita, kau tahu itu? Aku bahkan tak pernah melihatmu ke salon untuk mempercantik diri. Ku berikan uang untukmu setiap bulan agar kau sering-sering ke salon meskipun hanya sekedar untuk memotong kuku kaki. Aku ingin kau terlihat cantik. Terlihat berbeda. Pakailah kerudung itu. Kerudung warna-warni seindah surga yang harganya mahal seharga permata. Aku membelikannya hanya untukmu. Agar kau terlihat lebih alim dan menawan bagaikan bidadari surga.

Sepatu kets kumal dan bau, celana pendek dipenuhi tambalan, kaos kebesaran dengan lipatan lengan yang aneh, aksesoris murahan, rambut pendek acak-acakan seperti itu. Seperti ini keadaanmu ketika aku menemukanmu.

Sepatu hak tinggi indah yang membuat kakimu lecet, rok motif renda yang membuatmu tidak nyaman, baju kemeja panjang yang membuatku kegerahan, batu permata memenuhi seluruh tubuhmu yang membuatmu terlihat bersinar, dan rambut panjang serta jilbab yang sangat tak kau sukai kini melekat di tubuhmu.

Kau adalah bonekaku. Yang dapat ku ubah menjadi apapun seperti yang ku inginkan. Aku mampu menjadikanmu seratus delapan puluh derajat berbeda dari penampilanmu sebelumnya. Aku mampu mengubahmu.

Namun, hanya satu yang tak bisa ku ubah darimu. Yaitu hatimu. Mengapa kau tak bisa mencintaiku sepenuh hati? Katakan! Katakan padaku apa alasannya! Alasan mengapa hatimu tak bisa ku ubah menjadi seperti yang ku inginkan.

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s