Jika Adam Tak Pernah Bertemu Hawa

minggu, 18 oktober 2009

Kau tahu mengapa wanita tercipta dari tulang rusuk? Bukan dari tulang dahi sebab tak pantas untuk disanjung dan dipuja. Bukan dari tulang tangan sebab tak pantas memperbudaknya. Bukan dari tulang kaki sebab tak pantas menginjak-injaknya.

Tapi dari rusuk kiri. Dekat dengan hati untuk disayangi. Dekat dari lengan untuk dilindungi. Ialah wanita. Dan dimanakah pasangan rusuk kiriku?

Kau menanyakan itu padaku.

Apakah aku harus menjawab sejujurnya? Apakah aku harus diam saja padahal aku mengetahuinya? Ataukah aku harus berpura-pura tak mendengarkanmu berbicara padaku?

Kau tahu aku ragu. Kau tahu aku bimbang. Ya. Aku hanyalah seorang wanita yang tak berpendirian. Mudah terombang-ambing pasang surut air laut. Itulah aku.

Bahkan aku tak tahu apakah aku sadar atau tidak ketika membicarakan hal ini dihadapanmu.

Kau tahu aku mencintaimu. Aku tahu kau mencintaiku. Kami berdua tahu bahwa kami memiliki perasaan yang sama. Dan kami tahu bahwa tak ada hubungan yang mendasar, yang mengikat kami atas semua perasaan yang tercipta ini. Tanpa status.

Ku pikir kau lah yang bodoh.

Mengapa tak kau ulangi saja pernyataanmu tiga tahun lalu? Katakan lagi padaku. Tapi kau tak melakukannya. Apakah tiga tahun terlalu lama untukmu? Membuang waktu hanya untuk menungguku sehingga semua saraf di otakmu telah membatu?

Ku pikir kau lah yang egois.

Mengapa tak kau tanyakan perasaanku padamu? Kau tega meninggalkanku tanpa mencoba mengetahui apa yang ada dalam hatiku. Kau pikir aku mampu menyimpannya? Terlalu lama perasaan itu hinggap disini. Sungguh sesak. Dan membuatku sulit bernapas.

Ku pikir kau lah yang jahat.

Karena telah membuat kotor tembok hatiku oleh lumpurmu.

Dan aku sadar. Aku lah yang tolol. Mengapa aku harus menyukai pria sepertimu?

Jika bisa. Ingin ku putar waktu kembali ke masa lalu. Aku akan tetap menjadi aku. Kamu tetaplah menjadi dirimu. Berdua tak akan pernah bertemu. Menempuh jalannya masing-masing.

Pertanyaanmu kembali terngiang-ngiang di telingaku.

Jika kau bertanya “Dan dimanakah pasangan rusuk kiriku?”. Akan ku katakan sejujurnya, “.. pasti bukan aku”.

Aku menutup mata. Berdoa. Berharap. Adam tak akan lagi bertemu Hawa.

2 thoughts on “Jika Adam Tak Pernah Bertemu Hawa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s